ISIS Mulai Menyerah di Benteng Pertahanan Terakhir

Sifi Masdi

Thursday, 14-03-2019 | 17:35 pm

MDN
Milisi ISIS [ist]

Baghouz, Inako

Dentuman artileri dan suara memekakkan telinga dari bom yang dijatuhkan dari jet tempur terdengar dari Baghouz, sebuah desa di Suriah. Di tempat itulah, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mati-matian mempertahankan wilayah yang kini menjadi benteng terakhir mereka.

"Masa terakhir ISIS baru saja dimulai," ucap pejabat Pasukan Demokratik Suriah (SDF) Jiaker Ahmed seperti dilansir AFP Rabu (13/3/2019).

Pasukan aliansi milisi Kurdi dan Arab itu menggempur Baghouz secara intens dalam sebulan terakhir dibantu koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS). Seorang petinggi anonim SDF menuturkan, mereka melancarkan serangan selama tiga malam beruntun untuk mendesak ISIS dari wilayah mereka di perbatasan Irak itu.

Petinggi itu menjelaskan ISIS sempat melancarkan serangan balasan dengan menggunakan bom bunuh diri sebanyak dua kali. Satu pada pagi, satunya di sore hari.

"Serangan kedua bahkan lebih kuat karena mereka melancarkannya dengan berlindung menggunakan asap yang dihasilkan saat bom pertama," kata petinggi itu.

Pejabat itu mengungkapkan anggotanya berhasil menghentikan pelaku bom bunuh diri ISIS sebelum mereka mencapai pos tempat SDF berada. Delil, seorang anggota SDF, mengatakan, operasi mereka saat ini terhalang oleh badai pasir.

"Itu menguntungkan mereka. Namun, setelah itu mereka milik kami," tegasnya.

Di luar Baghouz, puluhan warga yang mengungsi duduk di sebuah lapangan dengan bunga kuning. Dalam sehari ribuan anggota ISIS yang selamat menyerahkan diri.

Juru bicara SDF Mustafa Bali menjelaskan ada sekitar 3.000 anggota ISIS yang menyerah dalam 24 jam terakhir. "Momen terakhir dalam pertempuran ini semakin dekat," ujarnya.

Namun, pejabat anonim SDF mengungkapkan perjuangan mereka lebih berat karena masih banyak anggota ekstremis yang bersembunyi di Baghouz. Meski begitu, juru bicara koalisi AS Sean Ryan dengan yakin mengatakan ISIS tidak mempunyai ruang untuk melakukan manuver.

"Dikombinasikan pergerakan darat SDF, perkembangan penting dicapai dan kemampuan mereka dihancurkan. Tidak ada kemerdekaan di kubu mereka (ISIS)," kata Ryan.

Pengamat Suriah untuk HAM menjelaskan, setidaknya ada 60.000 orang yang melarikan diri dari Baghouz sejak Desember tahun lalu. Adapun 10.000 orang di antaranya adalah terduga anggota ISIS.

Eksodus telah menimbulkan krisis kemanusiaan di kamp pengungsian al-Hawl yang dikelola SDF. Karena krisis itu, badan pangan PBB pada Selasa (12/3/2019) meminta tambahan pendanaan untuk mengatasi kekurangan di al-Hawl.

TAG#ISIS, #Suriah, #Irak, #SDF

8263176

KOMENTAR