Pakar IT : Efek AI Generatif di Bursa Kerja Tak Begitu Signifikan

Sifi Masdi

Friday, 22-03-2024 | 13:34 pm

MDN
AI Generatif ciptakan lapangan pekerjaan [ist]

 

 

 

 

Jakarta, Inakoran

 

Teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif, yang dipelopori oleh OpenAI, Google, dan Microsoft, telah menimbulkan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap pekerjaan manusia. Namun, menurut perusahaan software enterprise SAP, efek AI generatif di bursa kerja tidak begitu signifikan.

 

Philipp Herzig, Chief AI Officer SAP, mengakui bahwa AI generatif saat ini memang sudah bisa melakukan beberapa pekerjaan, termasuk menulis dan memperbaiki kode. Namun, untuk pekerjaan seperti membuat software, AI saja tidak cukup karena dibutuhkan sentuhan manusia.

 

BACA JUGA:  Elon Musk dan Mark Zuckerberg Bersatu  Gugat Apple, Apa yang Terjadi?

 

“Sebenarnya, untuk membuat software yang bagus merupakan pekerjaan yang sangat kreatif karena kalian harus selalu berpikir, ‘Oh, apa hal yang harus dilakukan selanjutnya?’” kata Herzig dalam media roundtable virtual.

 

 

 

 

Menurut Herzig, dalam proses pembuatan software, mungkin diperlukan interaksi dengan pelanggan dan pemikiran tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.

 

“Memang itu (AI) bisa memperbaiki kode untuk kalian tapi kalian harus menggunakan waktunya untuk memikirkan bagaimana kita merancang fitur selanjutnya, apa yang diinginkan customer,” tambahnya.

 

BACA JUGA: Elon Musk Dorong  xAI Jadi Model “Grok” Open Source

 

Pendapat Herzig ini juga didukung oleh Manik Saha, Managing Director SAP Labs Singapore. Menurutnya, hubungan interpersonal dan kreativitas masih sangat penting dan sulit digantikan oleh AI.

 

Di sisi lain, Verena Siow, President & Managing Director SAP Southeast Asia, berpendapat bahwa investasi besar di sektor AI generatif justru akan menciptakan lapangan kerja baru.

 

“Itu artinya hal yang harus kita pikirkan sekarang adalah ekosistem hingga pemerintah bagaimana kita melatih ulang dan upskilling tenaga kerja. Karena itu tidak hanya akan tersedia begitu saja kan?” ujar Siow.

 

Siow menambahkan bahwa AI generatif bisa dimanfaatkan untuk membantu meringankan pekerjaan karyawan. Misalnya, AI bisa mengerjakan pekerjaan yang sifatnya remeh, sehingga karyawan bisa fokus melakukan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan tinggi.

 

BACA JUGA:  Apple Resmi Gunakan AI Milik Google

 

“Kita akan beralih dari pekerjaan membosankan ke pekerjaan yang higher value, dan itu juga akan menghadirkan tenaga kerja yang lebih terampil dan bisa mengangkat ekonomi,” pungkasnya.

 

Jadi, meskipun AI generatif mungkin menimbulkan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap pekerjaan manusia, para pakar ini percaya bahwa teknologi ini juga membuka peluang baru dalam dunia kerja.

 

 

KOMENTAR