Pengamat Penerbangan Dukung Kehadiran Maskapai Asing

Jakarta, Inako –
Pengamat Penerbangan dari Arista Indonesia Aviation Center (AIAC) Arista Atmadjati mendukung kehadiran maskapai asing di tanah air. Menurutnya, kehadiran maskapai asing sama sekali tidak mengancam eksistensi maskapai nasional. Jika merasa terancam, katanya, maka itu tanda bahwa maskapai tersebut belum profesional dalam pelayanan.
“Tidak profesional itu, misalnya masih saja ‘delay’ (terlambat), bagasi dicolong,” kata Arista kepada Antara di Jakarta, Senin.
Arista mengatakan jika pelayanan yang diberikan maskapai nasional tidak maksimal, maka penumpang akan mudah berpindah ke maskapai asing yang standar pelayanannya lebih baik. “Menurut saya, pelanggan akan beralih,” katanya.
Arista menilai kedatangan maskapai asing bukan serta merta menghilangkan pasar dari maskapai nasional karena sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, maskapai asing wajib berbadan hukum nasional, seperti AirAsia Indonesia.
“Berdasarkan pernyataan Menhub juga maskapai asing kalaupun masuk wajib mengisi rute-rute perintis, kalau rute gemuk dipakai juga habis maskapai nasional,” katanya.
Dia menambahkan tidak semua maskapai asing yang berekspansi bisnis ke luar negeri bisa bertahan, contohnya maskapai Mandala Tiger yang juga gulung tikar.
Pernyataan tersebut juga menyusul tiket promo besar-besaran yang dijual oleh maskapai AirAsia Indonesia hingga mencapai lima juta tiket domestik dan internasional.
Arista menilai wajar karena masing-masing maskapai memiliki strategi bisnisnya dan AirAsia Indonesia merupakan holding dari AirAsia Malaysia di mana meskipun menjual tiket murah di Indonesia dan ternyata membukukan rugi, masih ditopang keuangan holding.
“Ya tidak apa-apa itu kan dia holding Ariasia Kuala Lumpur sebagai punya Malaysia, kinerja keuangannya jelas tahun lalu rugi Rp1 triliun, dengan holdingnya bisa jadi untung, hasil konsolidasi di Thailand dan Kuala Lumpur,” katanya.
TAG#MAskapai asing, #Penerbangan basional
190232984
KOMENTAR