Sejarah Penemuan Berlian Terbesar di Dunia

Sifi Masdi

Saturday, 26-01-2019 | 18:36 pm

MDN
Ilustrasi Berlian Culinan [ist]

Jakarta, Inako

Berlian memiliki nilai jual yang tinggi. Pencarian berlian sudah dilakukan sejak zaman dulu oleh banyak orang. Namun, saat ini eksplorasi tambang untuk mencari berlian hanya dilakukan dilakukan perusahaan, baik swasta atau milik negara.

Setelah berhasil ditemukan, benda ini biasanya harus diolah terlebih dulu hingga kemudian dijadikan perhiasan pribadi atau menghiasi bangunan.

Hari ini 114 tahun yang lalu tepatnya pada 25 Januari 1905, sebuah tambang di Pretoria, Afrika Selatan menemukan berlian yang memiliki kadar 3.106 karat. Berlian ini ditemukan ketika inspeksi rutin oleh pengurus tambang di sana.

Dilansir History.com, berlian itu beratnya mencapai 1,33 pon atau 0,6 kilogram. Akhirnya, berlian ini mendapat sebutan Cullinan. Penemuan itu menjadi gempar karena tercatat sebagai berlian terbesar yang pernah ditemukan.

Seorang pengawas tambang bernama Frederick Wells pada awalnya melakukan inspeksi. Ketika itu Wells berada dalam tambang sekitar 5,5 meter di bawah permukaan bumi. Terlihat kilatan cahaya bintang ketika melihat dinding atas tambang dan akhirnya Wells memberitahukan kepada Sir Thomas Cullinan selaku pemilik tambang.

Berlian ini memiliki panjang sekitar 10,1 sentimeter dan lebarnya 5,9 sentimeter. Empat dari delapan permukaannya halus, menunjukkan bahwa ia pernah menjadi bagian dari batu yang jauh lebih besar yang dipecah oleh kekuatan alam.

Banyak surat kabar yang memberitakan penemuan ini ke berbagai penjuru dunia. Berita itu menyebutkan bahwa tambang yang dibuka sejak 1902 telah menghadirkan berlian terbesar.

Tak lama setelah penemuannya, Cullinan dipajang di depan umum di Standard Bank di Johannesburg, di mana itu dilihat oleh sekitar 8.000-9.000 pengunjung. Meskipun terdapat minat dari beberapa orang, berlian besar ini belum terjual.

Hadiah untuk raja 

Pada 1907, berlian itu akhirnya dibeli Pemerintah Provinsi Transvaal. Rencananya, akan diberikan kepada Raja Edward VII Britania sebagai hadiah ulang tahun yang ke-66.

Kekhawatiran muncul, ketika ekspedisi pengiriman berlian melalui kapal akan dicuri orang. Sang Raja akhirnya membuat rencana untuk mengirim berlian palsu di atas kapal-kapal yang penuh dengan detektif sebagai taktik pengalih perhatian.

Sementara berlian palsu dibawa ke atas kapal, maka Cullinan asli dikirim menggunakan kotak biasa. Karena memiliki ukuran yang jumbo, pihak kerajaan berencana untuk membagi berlian itu.

Perusahaan milik Joseph Isacc Asscher dari Amsterdam dipercaya untuk mengolah berlian tersebut karena mempunyai pengalaman dalam bidang pemotongan berlian. Perusahaannya telah berhasil memotong berlian Excelsior yang diketemukan sebelumnya.

Cullinan kemudian dipotong menjadi sembilan batu besar dan sekitar 100 batu yang lebih kecil yang ditafsir memiliki nilai jutaan poundsterling pada waktu itu. Batu terbesar disebut "Star of Africa I" atau "Cullinan I" memiliki kadar 530 karat dipasang pada tongkat Raja Inggris. Ini menandakan simbol pemegang kekuasaan.

Batu besar kedua, "Star of Africa II" atau "Cullinan II" memiliki kadar 317 karat dan digunakan pada mahkota Raja Inggris. Sedangkan Cullinan III, disematkan dalam bentuk perhiasan di mahkota permaisuri Ratu. Sisanya digunakan untuk pembuatan perhiasan yang semuanya disimpan dan dipakai anggota Kerajaan Inggris.

KOMENTAR