Sri Mulyani Tegaskan Penurunan Tarif Pajak Sedan Mewah Sulit Dilakukan

Inakoran

Tuesday, 20-02-2018 | 00:10 am

MDN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati [ist]

ong>Jakarta, Inako

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan penurunan tarif pajak mobil sedan sulit dilakukan. Ia mengatakan ada cara lain yang bisa dilakukan ketimbang menurunkan rasio pajak, bila tujuannya untuk mengurangi sedan mewah yang diimpor.

"Saya belum bisa menyampaikan (kepastiannya), tapi kalau tujuannya lebih kepada mengurangi impor, harusnya bentuknya cukai, bukan PPnBm (Pajak Penjualan atas Barang Mewah)," ujar Sri Mulyani.

[caption id="attachment_20174" align="alignright" width="515"] Sedan mewah Toyota Camry [ist][/caption]Tetapi Menkeu mengakui bahwa saat ini pembahasan revisi pajak mobil sedan sedang dikaji oleh tim tarif di Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu. Nantinya, tim tarif akan menimbang serta memperhitungkan bagaimana perubahan komponen pajak mobil sedan akan diberlakukan.

Seperti diketahui wacana penurunan tarif pajak untuk mobil sedan sudah disampaikan sebelunnya oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto. Pada Kamis (8/2/2018) lalu Hartarto mengatakakan revisi pajak mobil sedan dibutuhkan karena produsen otomotif dalam negeri tak berminat memproduksi sedan. Pasalnya, pengenaan pajak yang tinggi mendorong pabrikan enggan memproduksi sedan.

Sementara Executive General Manager PT Toyota Astra Motor ( TAM) Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan bahwa penurunan pajak sedan akan memberikan dampak positif bagi industri otomotif nasional.

"Harganya menjadi turun, ada kemungkinan pasar sedan menjadi bergairah," ucap pria yang akrab disapa Soerjo.

Soerjo yakin upaya memproduksi mobil sedan di dalam negeri, termasuk Toyota, akan mendorong produsen tidak hanya menjual sedang di pasar domestik, tetapi juga untuk diekspor  ke negara-negara lain.

KOMENTAR