Gus Muhaimin Epicentrum Perjuangan Politik Santri dan Pesantren

Hila Bame

Friday, 17-09-2021 | 10:52 am

MDN

 

 

Oleh. : Adlan Daie
Analis politik / Wakil Sekretaris PWNU Jawa Barat

 

JAKARTA, INAKORAN

Gus Muhaimin adalah titik pusat dan epicentrum perjuangan politik santri dan pesantren. Di bawah kepemimpinan Gus Muhaimin PKB telah berhasil menunaikan tugas, tanggung jawab dan kewajiban politiknya kepada jam.iyah Nahdlatul Ulama (NU), ormas Islam terbesar di Indonesia yang membidani kelahiran PKB. Satu satunya  wadah perjuangan politik untuk mengawal aspirasi jam'yah NU, yaitu :


Pertama, berhasil memperjuangkan tanggal 22 Oktober, yang terinspirasi dari "ruh" resolusi jihad NU tahun 1945,  ditetapkan secara resmi sebagai "Hari Santri Nasional"  melalui.Keputusan Presiden (Keppres) No 22 tahun 2015. Ini bermakna penting bahwa "santri" yang selama ini secara kultural identik dengan "kaum sarungan" dan stigma pejoratif masa lalu naik "derajat" secara sosiologis dalam relasinya dengan negara dalam satu kesatuan kebangsaan masyarakat Indonesia secara lahir dan batin.  Inilah antara lain nilai filosofis dan fundamental dari ditetapkannya Hari Santri Nasional.


Kedua, berhasil memperjuangkan ditetapkannya Undang Undang No.18 tahun 2019 tentang Pesantren. Sebuah perjuangan panjang berpuluh puluh tahun  di mana negara "abai" atas eksistensi pesantren sebagai khazanah kekayaan kultural pendidikan Islam di Indonesia. Kini pesantren tampil dalam derajat dan status hukum yang sama dengan satuan pendidikan formal umum lainnya di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tanpa harus melepas kekhasan tradisi pesantren. Alumni pesantren tidak lagi memiliki hambatan akses untuk memasuki jenjang pendidikan di Perguruan Tinggi mana pun. Inilah salah satu "berkah" dari Undang Undang tentang Pesantren di atas.


Ketiga, berkah lain dari kehadiran Undang Undang tentang Pesantren di atas adalah terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 83 tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren atau media publik menyebutnya "Dana Abadi Pesantren". Hak hak pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan di Indoensia untuk mendapatkan "perhatian" dan stimulus pendanaan dari negara terwadahi secara regulatif dengan hadirnya Perpres ini untuk menjamin eksistensi dan kemandirian pesantren dalam peningkatan kualitas mutu pendidikannya dan infrastruktur sarana pra sarana nya sesuai tuntutan dan dinamika perkembangan jaman.


IItulah "amal jariyah" PKB  di bawah kepemimpinan.Gus Muhaminin, tokoh politik nasional.yang lahir dari "trah" pendiri NU, tumbuh.dan besar  dalam alam pikiran tradisi pesantren di mana nilai nilai agama menyatu dalam jatidiri kebangsaan. Dunia santri dan dunia pesantren adalah dunia Gus Muhaimin. Karena itu perjuangan politiknya untuk mengangkat martabat santri dan pesantren di level negara bukanlah janji basa basi melainkan "panggilan sejarahnya" yang telah  memberi bukti sebagaimana dipaparkan di atas.

Kini saatnya komunitas santri dan masyarakat pesantren  melakukan penguatan konsolidasi menjadi basis utama kekuatan elektoral PKB dan Gus Muhaimin sebagai satu satunya partai yang dilahirkan jam'iyah NU dan telah terbukti menjadi titik epicentrum perjuangan politik santri dan pesantren. Makin besar kekuatan politik PKB makin mudah dan efektif jalan perjuangan politik Gus Muhaimin memperjuangkan aspirasi jam i yah NU, santri dan Pesantren.

KOMENTAR