Kebiasaan-kebiasaan Buruk yang Berpotensi Membuat Laptop Cepat Rusak

Tommy Duang

Saturday, 26-03-2022 | 12:35 pm

MDN
Ilustrasi laptop [Foto: Inakoran.com]

 

Jakarta, Inako

Laptop telah menjadi kebutuhan primer dalam dunia kerja dewasa ini. Karena itu, semua orang ingin agar laptopnya selalu aman dan tahan lama.

Akan tetapi banyak pula dari antara kita, entah disadari atau tidak, melakukan beberapa tindakan yang menyebabkan laptop mengalami kerusakan.

Berikut kami rangkumkan lima kebiasaan buruk yang bisa membuat laptop Anda cepat rusak.

Pertama, terus mengecas walaupun baterai telah penuh. Batrei laptop baru biasanya bertahan sampai enam jam bila terisi penuh. Tetapi lama kelamaan, akan berkurang sampai tiga jam. Penurunan itu memang tidak bisa dihindari.

Akan tetapi ada juga kebiasaan yang menyebabkan batrei laptop lemah dengan cepat. Misalnya, Anda tidak melepas pengisi daya meski baterai sudah terisi penuh.

Hal ini terjadi karena baterai yang terhubung ke sumber daya akan terdegradasi lebih cepat karena menyerap panas dari laptop. Untuk memperpanjang masa pakai baterai laptop Anda, disarankan untuk melepas pengisi daya setelah baterai sudah terisi 40 persen. 

Kedua, membiarkan debu dan kotoran menumpuk. Kotoran dan debu yang menumpuk akan menghalangi aliran udara dan membuat sejumlah komponen laptop menjadi panas. Selain itu, kotoran yang menyusup di sela-sela keyboard juga akan membuatnya susah ditekan. 

 

Ketiga, menggunakan laptop selama berjam-jam dan lupa mematikannya. Penggunaan laptop selama berjam-jam tanpa istirahat berpotensi menyebabkan kerusakan sistem dan beberapa komponen penting lainnya. Beberapa komponen kelistrikan laptop juga berisiko terjadi korsleting.

Keempat, menginstal aplikasi yang tidak perlu. Kita sering tergoda menginstal aplikasi yang tidak benar-benar perlu. Penggunaan aplikasi yang sembarangan bisa membahayakan laptop Anda. Oleh karena itu, gunakan saja aplikasi bawaan yang direkomendasikan.

Kelima, tidak melindungi sistem penjelajah. Ancaman dalam dunia maya saat ini menjadi semakin berbahaya.

Tidak hanya mencuri informasi pribadi, infeksi laptop yang dibawa oleh peretas juga berpotensi merusak sejumlah komponen laptop.

Disarankan agar anda memasang sistem perlindungan di laptop, khususnya saat melakukan penjelajahan di aplikasi pencarian website.

Anda perlu mengaktifkan Autentikasi Multifaktor (MFA) dan Virtual Private Network (VPN) untuk membentengi laptop dari serangan siber. 

KOMENTAR