Menteri Enggar Dorong Mahasiswa Universitas Udayana Jadi Wirausahawan

Inakoran

Saturday, 26-05-2018 | 21:54 pm

MDN
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita [ist]

ong>Mangupura, Inako –

Upaya Universitas Udayana Bali yang mendorong para mahasiswa dan alumni menjadi wirausahawan muda mendapat dukungan yang besar dari Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita.

Dukungan tersebut dinyatakan Enggar, saat meninjau Pameran Kewirausahaan yang diadakan UKM Barisan Muda Kewirausahaan Universitas Udayana di Jimbaran, Badung, Bali, Jumat.

"Inovasi dan kreativitas banyak dilahirkan oleh anak muda. Untuk itu, kami bisa mendukungnya dengan memberikan akses bagi mereka untuk berwirausaha," ujarnya.

Menteri Enggar berjanji akan membuka peluang kerja sama antara kementeriannya dengan pihak Universitas Udayana dalam mencetak wirausahawan muda di daerah itu. Menurutnya, masa depan ekononmi Indonesia tergantung pada pada para wirausahawan.

"Kami lakukan karena masa depan ekonomi dan dunia usaha Indonesia sangat membutuhkan para wirausahawan muda," ujarnya.

[caption id="attachment_30234" align="alignright" width="500"] Mahasiswa Universitas Udayana Bali [ist][/caption]Selain meninjau Pameran Kewirausahaan, Mendag juga menyampaikan materi kuliah umum dengan tema "Menjawab Tantangan Perdagangan Bebas" dihadapan 1.222 orang calon wisudawan Universitas Udayana pada acara Pra-Wisuda ke-126 dan Stadium Generale ke-XX.

Dalam materinya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan, perdagangan bebas dan keterbukaan dapat menjadi cara untuk maju dan berkompetisi dengan negara lain.

"Sesuai dengan arahan Presiden, Indonesia tidak boleh tertinggal dari negara lain, baik dalam hal ekspor maupun pertumbuhan ekonomi. Kita bisa terus maju dengan membuka diri dan mengambil manfaat dari perjanjian perdagangan bebas dibandingkan dengan negara lain," ujarnya.

Mendag menjelaskan, dengan membuka diri maka hal tersebut juga dapat membuka peluang untuk berkembang dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Untuk menghadapi masuknya produk luar dari perdagangan bebas, kita harus mampu meningkatkan kualitas produk dalam negeri dan menjaga harga tetap kompetitif agar dapat bersaing dengan produk luar," katanya.

KOMENTAR