Tikai Dagang Berlanjut, China Minta AS Tahan Diri
Jakarta, Inako
Kedua negara adidaya ekonomi dunia As-China kembali terlibat aksi saling balas tarif impor setelah pembicaraan dagang yang sudah berlangsung selama setahun terakhir tiba-tiba terhenti. Saat itu, AS menilai bahwa Beijing tiba-tiba tak mau merealisasikan komitmen yang sudah dibuat sebelumnya, sedangkan China beralasan bahwa Washington tak menghormati kepentingan mereka.
China meminta AS untuk menahan diri dalam sengketa dagang kedua negara dan memahami kepentingan Negeri Panda.
Lebih lanjut Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi menyatakan berbagai pernyataan dan aksi AS dalam beberapa hari terakhir telah melukai kepentingan pemerintah dan perusahaan-perusahaan China. Melalui pembicaraan telepon dengan Menlu AS Mike Pompeo, dia mengimbau Negeri Paman Sam untuk tidak bertindak terlalu jauh.
Reuters melansir Minggu (19/5/2019), Wang juga menyampaikan bahwa China masih bersedia menyelesaikan perbedaan kedua negara melalui negosiasi. Asalkan, China dan AS sama-sama bersikap adil.
Pada Kamis (16/5), Pemerintah AS mengumumkan bahwa Huawei Technologies Co Ltd masuk dalam daftar hitam perusahaan yang bisa bekerja sama dengan korporasi asal AS.
Sehari kemudian, China mengungkapkan bahwa dilanjutkannya negosiasi dagang dengan AS akan sia-sia jika pemerintahan Donald Trump tak bersedia mengubah arah kebijakan mereka.
TAG#AS_China
188642589
KOMENTAR