Erick Ingin Wujudkan Karya Seni Lewat Manusia Silver

Sifi Masdi

Monday, 25-03-2024 | 08:50 am

MDN
Erick dalam balutan pakaian bajak laut [inakoran]

 

 

 

 

Jakarta, Inako

Erick, seorang seniman  seniman berbakat, ingin  menghadirkan keajaiban seni melalui perannya sebagai manusia silver di Kawasan Kawasan Destinasi Kota Tua, Jakarta Pusat. Erick mengakui melakoni peran sebagai manusia silver jangan dianggap sebelah mata, karena ini merupakan sebuah pekerjaan seni.

Kawasan Kota Tua, Glodok, Jakarta Pusat 

 

BACA JUGA: G7 Tetapkan Prinsip-prinsip Panduan Bagi Pengembang AI Untuk Mengatasi Risiko

Dengan berani, Erick tampil sebagai manusia silver, mengenakan kostum sejenis bajak laut  yang dicat dan dipilok dari bahan biasa dengan dengan warna dasar hitam. Kostum ini mengingatkan orang pada pahlawan Belanda, Cornelis de Houtman.

Diketahui bahwa  Cornelis de Houtman dikenal sebagai penjelajah Belanda yang  menemukan jalur pelayaran dari Eropa ke Indonesia dan berhasil memulai perdagangan rempah-rempah bagi Belanda.

 

BACA JUGA: Tarik Wisatawan, IFG Siap Gelar Labuan Bajo Maraton

Menurut Erick, mengenakan kostum seperti bajak laut bukan hanya sekedar bicara tentang sejarah. Bagi Erick, ini adalah seni dalam wujud yang unik. Setiap hari, ia memerankan karakter ini, memberikan hiburan sekaligus pendidikan kepada para pengunjung, khususnya anak-anak muda yang memiliki bakat seni.

 

Pengunjung foto bersama dengan manusia silver [inakoran]

 

Erick telah menjalani peran ini selama tiga tahun. Ia hadir setiap hari dari  Senin hingga Jumat, mulai pukul 11.00 hingga 21.00. Namun, Erick tidak sendirian dalam perjalanan seninya. Ia tergabung dalam manajemen beranggotakan 7 orang dan komunitas yang terdiri dari 42 orang.

Pekerjaan ini mungkin terlihat magis saat oarang  melihatnya dari luar, tetapi setiap hari Erick menghadapi tantangan besar: teriknya matahari.

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Kalangan Lansia Jepang Khawatir, Jumlah Warga Berusia di bawah 40 Tahun yang Mendonorkan Darahnya Semakin Sedikit

Dalam kostum tebalnya, ia berdiri dengan tangguh di bawah sinar mentari yang panas. Setiap hari, ia harus memake up wajah, leher, dan tangan untuk menjaga tampilan sempurna. Panas dan keringat kerap kali menjadi sahabatnya, dan kadang-kadang, wajah dan lehernya masih menunjukkan bekas bintik-bintik merah setelah pekerjaan selesai.

Gedung Gubernur di Kota Tua [inakoran]

 

Namun, Erick dengan penuh semangat terus menjalankan profesi ini, membawa seni dan sejarah hidup di tengah gemerlap Destinasi Kota Tua.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KOMENTAR