Jenis Celana Dalam dan Efeknya Bagi Kesehatan Reproduksi Pria

Binsar

Friday, 10-08-2018 | 12:38 pm

MDN

Inakoran.com –

Memilih celana dalam (CD), terkesan sangat sepele dan pribadi. Model, ukuran, warna dan harga celana dalam tentu hanya si pemakai yang tahu.

Akan tetapi, meski hal itu sangat pribadi, pakar kesehatan merilis sejumlah hal yang bisa jadi sangat penting bagi seseorang saat ia hendak membeli celana dalam.

Perbedaan jenis celana dalam, khususnya untuk pria, ternyata juga membawa perbedaan dalam hal fungsi dan efek kesehatan si pemakai, khususnya terkait kesehatan reproduksi pria.

Jika selama ini kamu tidak terlalu memperhatikan jenis dan tipe celana dalam yang kamu gunakan, mungkin ini saat yang tepat untuk mulai mencari tahu lebih jauh jenis celana dalam apa yang cocok.

Berikut jenis celana dalam dan efeknya bagi si pemakai

 

1. Celana dalam biasa (briefs)

Ini adalah jenis celana dalam yang mungkin paling kita kenal. Berbentuk segitiga, mudah dicari, memiliki berbagai jenis model dan warna. Celana dalam ini menutupi hingga bagian pinggul, tetapi membiarkan paha bagian atas hingga kaki tetap terbuka sehingga menjadikan jenis celana dalam ini nyaman untuk digunakan dengan luaran apapun. Jenis celana dalam pria ini cenderung biasa digunakan sehari-hari serta ketika melakukan olahraga ringan hingga sedang.

 

2. Celana dalam low-rise

Bentuknya tidak jauh berbeda dengan celana dalam biasa. Yang membedakan hanyalah letaknya agak sedikit di bawah pinggul. Beberapa merk mendesain jenis celana dalam ini dengan tujuan untuk lebih melindungi dan menonjolkan organ genital. Jenis celana dalam low-rise cocok digunakan dengan luaran celana pendek, celana bermodel low-rise, atau celana pendek yang biasa digunakan ketika berolahraga di gym.

 

3. Boxer

Berbeda dengan celana dalam biasa atau briefs, boxer cenderung longgar dan tidak memiliki bagian khusus untuk mendukung dan mempertahankan posisi penis. Bentuk boxer juga menyerupai celana pendek dengan panjang hingga bagian tengah paha. Sesuai dengan namanya, boxer terinspirasi dari celana yang biasa digunakan petinju pada era tahun 1920-an. Karakteristik utamanya adalah bagian karet elastis pada pinggang serta bagian celana yang longgar. Boxer biasanya menggunakan bahan yang lebih memungkinkan terjadinya pertukaran udara. Jenis celana dalam pria ini bisa kita gunakan sehari-hari atau untuk melakukan olahraga ringan.

 

4. Boxer briefs

Sesuai dengan namanya, jenis celana dalam pria ini merupakan perpaduan antara boxer dan celana dalam biasa atau briefs. Boxer briefs menawarkan jenis celana dalam yang panjangnya kira-kira sampai pertengahan paha seperti boxer, tetapi juga bersifat pas dan ketat untuk menyokong penis. Jenis ini populer karena dianggap tidak terlalu longgar seperti boxer, namun sekaligus bisa mendukung penis jika kita melakukan aktivitas fisik atau olahraga yang intensitasnya cenderung sedang hingga berat.

 

5. Jockstrap

Ini merupakan jenis celana dalam yang digunakan ketika Anda melakukan olahraga dengan intensitas berat seperti misalnya bela diri atau bersepeda. Tujuan utamanya adalah melindungi organ vital dengan cara menyokong dan melindungi penis dari pergerakan selama berolahraga.

Jockstrap dapat menjaga area penis tetap sejuk dan kering jika dibandingkan dengan celana dalam biasa atau briefs. Jockstrap biasanya terdiri dari cup pelindung penis serta tiga karet elastis, satu digunakan pada pinggul dan sisanya digunakan di bokong.

Ilustrasi jenis celana dalam(vectorikart) Hubungan jenis celana dalam pria dengan kesehatan seksual Jika tujuan kamu adalah menjaga kesehatan reproduksi, satu hal yang harus diperhatikan saat memilih celana dalam adalah bagaimana celana dalam mempengaruhi suhu di sekitar testis.

Secara umum, testis dapat menghasilkan sperma dengan kuantitas dan kualitas yang baik jika suhu di sekitarnya tidak lebih tinggi dari suhu tubuh kita. Ini mengapa testis terletak di luar tubuh.

 

Salah satu jenis celana dalam yang dapat meningkatkan suhu di sekitar testis adalah jenis celana dalam ketat atau briefs. Jika suhu testis terlalu panas, bahkan hanya beberapa derajat dari seharusnya, maka testis tidak akan mampu memproduksi sperma dengan jumlah cukup.

Tips memilih jenis celana dalam pria yang sehat Pastikan apa tujuan kamu.

Jika kamu menggunakan boxer untuk olahraga yang intensitasnya tinggi, maka tentu bukan ide yang baik karena bagian penis tidak terlindungi dengan baik.

Namun jika sedang bersantai di rumah, kamu bisa menggunakan boxer yang bahannya menyerap keringat dan memungkinkan terjadinya pertukaran udara untuk menjaga suhu testis tetap dibawah suhu tubuh.

Jangan gunakan celana yang terlalu ketat. Pilihlah jenis celana dalam yang sesuai dengan ukuran. Celana dalam yang terlalu ketat hanya akan meningkatkan suhu di sekitar testis.

Jika kamu lebih banyak duduk, cobalah memilih jenis celana dalam yang agak longgar dan kenakan pakaian yang juga tidak terlalu ketat. Ini karena posisi duduk saja sudah dapat meningkatkan suhu di sekitar testis.

 

Cermat dalam memilih bahan dari celana dalam. Kamu bisa memilih jenis katun untuk digunakan sehari-hari. Tetapi ketika berolahraga pilihlah jenis celana dalam yang memang didesain untuk berolahraga, dengan bahan yang nyaman dan cenderung menjaga area genital tetap berada pada kadar kelembapan yang seharusnya.

Dan jangan gunakan celana dalam khusus untuk berolahraga lebih dari sekali tanpa dicuci bersih terlebih dahulu.

 

KOMENTAR