Menteri Luhut Bantah Negara Keluar Duit untuk Subsidi Mobil Listrik

Sifi Masdi

Wednesday, 31-05-2023 | 09:32 am

MDN
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan  menjajal mobil listrik [ist]

 

 

 

Jakarta, Inako

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan langsung menanggapi kritikan soal kebijakan subsidi  mobil listrik hanya membuang-buang anggaran saja. Pasalnya, kebijakan tersebut hanya menguntungkan kelas menengah ke atas yang punya lebih dari sati mobil pribadi.

 

Presiden Jokowi meninjau pabrikan mobil listrik [ist]

 

BACA JUGA:  BI Perkirakan Inflasi 2023 Berada di Kisaran 2%-4%

Luhut langsung membantah tudingan itu. Luhut mengatakan bahwa negara tidak mengeluarkan uang dalam program bantuan insentif pembelian mobil listrik. Menurut Luhut, pemerintah hanya membantu potongan pajak saja, misalnya dari 11% menjadi 1%. Karena itu, tidak ada uang yang keluar dari negara.


"Kita tidak memberikan insentif, jangan keliru, tidak pernah kita menyebutkan insentif, yang kita berikan adalah kita potong pajaknya. Dari 11 menjadi 1 persen. Beda ya, jadi tidak ada uang negara yang keluar," kata Luhut dalam China (Sichuan)-Indonesia Economic and Trade Conference, di Jakarta.

 

 

 

 

BACA JUGA:  Tesla menawarkan diskon untuk kendaraan listrik di inventaris Singapura

Luhut menambahkan bahwa adopsi kendaraan listrik merupakan bentuk komitmen Pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi dari sektor transportasi. Pemerintah bahkan menargetkan peralihan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) ke energi listrik mulai dari bus, motor dan mobil.

Mobil Listrik [ist]

 

 

BACA JUGA: Wuling Motors China memangkas harga mulai Mini EV hingga serendah 29.800 yuan

Luhut juga menyebut peralihan dari kendaraan berbasis BBM ke kendaraan berbasis listrik akan turut menghemat keuangan negara. Hal itu lantaran impor energi bisa mencapai US$35 miliar per tahun.


 

 

KOMENTAR