Sebagian Pejabat The Fed Ragu Reformasi Pajak Picu Pertumbuhan Ekonomi AS

Inakoran

Friday, 05-01-2018 | 01:14 am

MDN
Gedung Bank Sentral AS, The Fed [ist]

Washington, Inako

Para pejabat Federal Reserve atau The Fed mengaku optimis bahwa Reformasi Pajak Amerika Serikat yang diluncurkan oleh Presiden AS Donald Trump akan meningkatkan belanja konsumen dan dunia usaha. Reformasi pajak berupa pemangkasan pajak perorangan dan korporasi diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi AS.

Akan tetapi, sebagian pejabat Bank Sentral AS, The Fed, masih belum yakin  bahwa reformasi pajak tersebut berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekononi Amerika Serikat.

Hal ini terungkap dari hasil laporan pertemuan FOMC (Federal Open Market Committee) pada 12-13 Desember 2017 lalu, dan baru diliris tadi malam, Rabu (3/1/2018).

Sebagian anggota  FOMC yakin bahwa  reformasi pajak akan mendorong pertumbuhan ekonomi AS sebesar 2,5 persen pada tahun 2018 ini. Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi AS diproyeksikan mencapai 2,1 persen.

"Sebagian besar peserta (FOMC) mengindikasikan bahwa perubahan-perubahan prospektif pada kebijakan pajak federal adalah faktor yang membuat mereka menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi riil dalam beberapa tahun ke depan," tulis The Fed yang melaporkan hasil pertemuan FOMC seperti yang dikutip  CNBC, Kamis (4/1/2018).

Namun demikian, para peserta FOMC juga tampaknya belum yakin terkait seberapa besar peningkatan aktivitas ekonomi akan terjadi setelah adanya RUU perpajakan.

Misal, peserta FOMC tak cukup yakin dengan dampak pemangkasan pajak terhadap ketersediaan tenaga kerja di AS. Sehingga, estimasi pertumbuhan ekonomi AS oleh The Fed hanya naik menjadi 2,5 persen dari proyeksi sebelumnya 2,1 persen.

 

KOMENTAR