Israel Ancam Rusia Terkait Pengiriman S-300 Ke Suriah

Inakoran

Thursday, 26-04-2018 | 03:30 am

MDN
Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman [ist]
Tel Aviv –

Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman mengancam Rusia terkait pengiriman sistem pertahanan udara S-300 negara itu ke Suriah.

Menurut Lieberman, sah-sah saja Rusia mengirin system pertahan udara tersebut ke Suria. Akan tetapi, lanjutnya, jika senjata itu digunakan untuk melawan Israel, maka Tel Aviv akan menghancurkan sistem pertahanan buatan Rusia tersebut.

“Kami tidak pernah mempermasalahkan pengiriman S-300 ke Suriah oleh Rusia, selama hal itu tidak membahayakan keamanan Israel. Namun, jika hal itu dipakai untuk melawan Israel, maka pihaknya akan melawan,” tandas Lieberman, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (25/4).

[caption id="attachment_26015" align="alignleft" width="557"] Sistem pertahanan udara S-400 milik Rusia disebut-sebut sebagai sistem pertahanan udara tercanggih saat ini [ist][/caption]Dia lalu menyatakan bahwa Israel tidak ikut campur dalam urusan internal Suriah, tetapi di sisi lain Israel tidak akan mengizinkan Iran "membanjiri" sebuah negara dengan sistem persenjataan canggih yang akan ditujukan melawan Israel."

"Jika ada yang menyerang kami, kami akan membalas, terlepas dari S-300, S-700 atau jenis senjata apapun di sana," ungkapnya.

Sementara itu sebelumnya, para pejabat Moskow memperingatkan bahaya yang dirasakan Israel jika menyerang sistem anti-rudal canggih tersebut. "Jika Israel menyerang sistem pertahanan udara baru itu, akan merasakan konsekuensi malapetaka," kata seroang pejabat senior Rusia.

Terkait dengan pengiriman S-300, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov belum bisa memastikan tanggal pengiriman sistem pertahanan udara tersebut ke Suriah. Namun, dia berjanji tidak akan merahasikan pengiriman tersebut ketika keputusan sudah diambil.

 

Baca juga :




Putra Mahkota Arab Saudi Nyatakan Israel Berhak Hidup Damai di Tanahnya

Israel Bombardir Gaza Dengan Tank dan Jet Tempur

Wakil Kepala Staf Tentara Israel Nyatakan, Tel Aviv Siap Berperang

KOMENTAR