Kebakaran Baduy Kapolda Banten Kirim Logistik

Hila Bame

Thursday, 14-10-2021 | 04:15 am

MDN

 

 


LEBAK, INAKORAN

Kapolda Banten, Irjen Pol. Dr. Rudy Heriyanto Adi Nugroho segera mengirimkan bantuan logistik pokok untuk warga Baduy Luar, Kabupaten Lebak, Banten, yang dilanda kebakaran, Rabu siang (13/10/21).


“Kami sudah di Ciboleger. Sesuai arahan Kapolda, kami juga akan menginventarisasi agar dapat diketahui apa-apa yang dapat kita bantukan untuk kemungkinan mendirikan kembali rumah-rumah mereka,” kata Kapolres Lebak, AKBP Tedy Rayendra via telapon, semalam (13/10/21).  

 

 

Bantuan bersifat segera itu antara lain 10 ton beras, air mineral, dan mi cepat saji. “Betul, saya sudah minta Kapolres Lebak untuk lebih dulu ke lokasi musibah kebakaran itu,” kata Kapolda Irjen Rudy.


Dua tahun lalu, kebakaran juga melanda rumah-rumah warga Baduy di lokasi yang berbeda. Kebakaran kali ini terjadi hari Rabu sekitar pukul 13.00 di lokasi yang berjarak sekitar 6 km dari induk desa. Tepatnya, di Rt.3/ Rw. 12, Kampung Cepak, Desa  Kenekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. 


BACA:  

Albertus Pratomo: Transformasi IKI dan Dukungan Terhadap Program Disdukcapil

 



Rumah-rumah mereka dibangun dengan posisi tertata baik dan seragam mengikuti  pikukuh (aturan adat) selaras dengan alam. Rumah-rumah mereka sangat spesifik berdidingkan (bambu), berkerangka kayu, dengan atap lumpia. Semua merupakan bahan yang mudah terbakar.


Dalam peristiwa kebakaran  kemarin (13/10/21) tak ada korban jiwa, tapi 16 dari 24 KK Baduy kehilangan tempat tinggal. Selain itu, sebuah lumbung padi (leuit) juga habis dilalap api. Setiap rumah diperkirakan bernilai Rp 50 juta, sedangkan sebuah leuit seisinya bernilai sekitar Rp 20 juta.   


Awal kebakaran diketahui oleh salah seorang warga Baduy, Cemok. Titik api pertama di rumah Heri alias Ado (39). Lalu, api dengan cepat merambat ke rumah-rumah warga  yang lain. 


Kebakaran tak bisa segera dipadamkan, karena selain bangunan yang memang mudah terbakar, juga sebagian besar warga sedang berada di ladang.


BACA:  

Kepemimpinan dan Layanan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Kembali Mendapat Pengakuan Dunia

 



Warga Baduy tidak menggunakan listrik untuk penerangan dan tidak pula menggunakan kompor minyak untuk memasak. Mereka memasak menggunakan tungku tanah. 


“Mungkin ada yang lalai, api tungku ditinggalkan masih belum padam tuntas sehingga  menyambar ke dinding rumah yang memang mudah terbakar,” kata Uday Hudaya, pemerhati budaya yang sejak 1994 biasa menjurubicarai warga Baduy. 


Atensi Kapolda 

Irjen Pol. Rudy resmi mulai menjabat Kapolda Banten 5 januari 2021. Pemerhati budaya dan kepolisian, Suryadi, M.Si mengatakan, perhatian Irjen Rudy sangat besar pada kelangsungan adat-istiadat dan khasanah budaya Banten. 


“Ïa sangat cepat tergerak bila sudah terkait nasib masyarakat bawah, demikian juga kalau menyangkut warga Baduy,” ujar Suryadi yang juga Ketua Dewan Pembina Pusat Studi Komunikasi Kepolisian (PUSKOMPOL).  


 

BACA: 

Pembangunan Rusun Ponpes Hidayatul Ulum di Kota Tasikmalaya Dukung Peningkatan Kualitas pendidikan Keagamaan Islam

 



Bahkan, dalam memutar kerja-kerja polisi, Rudy menggali kearifan lokal yang ia namakan “12 Commander Wish” dan dikemas dalam akronim Pendekar (Polisi yang Empati, Ngayomi, dan Dekat dengan Rakyat). Banten amat dikenal oleh ulamanya dan pendekar (orang yang berkemampuan dalam seni bela dari, dan tak jarang disertai kemampuan olah batin). 


Suku adat Baduy mendiami wilayah ulayat, yaitu tiga lingkungan Baduy Dalam dan 65 Baduy Dalam. Warga Baduy sangat memperhatikan kelestarian alam lingkungan, termasuk lingkungan di sekitarnya atau yang berbatasan dengan wilayah ulayat mereka.


Pekan lalu Kapolda Rudy bersama antara lain Danrem 064/ Maulana Hidayat, KaBINDa Banten, Ketua Pengadilan Tinggi Banten, Wakapolda Brigjen Pol. Ery Nursatary menanam pohon dalam rangka mereboisasi kawasan gundul di Cikeusik, luar wilayah ulayat Baduy. Reboisasi  ini sudah ia rencanakan sejak jauh-jauh hari. 


Warga Baduy hidup selaras dengan alam berpegang pada pikukuh (ketentuan) leluhur dalam keyakinan Sunda Wiwitan. Namun, mereka tidak ekslusif. Selain memiliki pemimpin adat, mereka juga tunduk pada pemerintahan Desa Kenekes. Kepala desa (Jaro) Kenekes saat ini Jaro Saija berasal dari kaum Baduy sendiri.**
         


 

Pekan lalu Kapolda Rudy bersama antara lain Danrem 064/ Maulana Hidayat, KaBINDa Banten, Ketua Pengadilan Tinggi Banten, Wakapolda Banten Brigjen Pol. Ery Nursatary dalam kegiatan reboisasi kawasan gundul di Cikeusik, luar wilayah ulayat Baduy.  

 


Pekan lalu Kapolda Rudy bersama antara lain Danrem 064/ Maulana Hidayat, KaBINDa Banten, Ketua Pengadilan Tinggi Banten, Wakapolda Brigjen Pol. Ery Nursatary dalam kegiatan reboisasi kawasan gundul di Cikeusik, luar wilayah ulayat Baduy.

TAG#BADUY, #POLDA BANTEN

84465657

KOMENTAR