Kirim Surat Ancaman Ke Perdana Menteri, Pria Swedia Dibui 7 Tahun

Adin

Saturday, 10-11-2018 | 10:37 am

MDN
Ilustrasi [ist.]

Jakarta, Inako-

Michael Salonen, 43 tahun, divonis pengadilan Swedia hukuman penjara selama 7 tahun setelah dinyatakan bersalah telah mengirimkan surat ancaman kepada sejumlah menteri dan tokoh publik, seperti yang dilansir dari AFP.

Salonen dinyatakan sebagai pelaku pengirim surat berisikan ancaman dan bubuk putih ke sejumlah menteri pada Agustus 2017.

Selain itu, dia juga dinyatakan bersalah atas percobaan pembunuhan setelah mengirim sebuah bom surat ke perusahaan penjualan bitcoin bernama Cryptopay di London, tahun lalu.

Meski tidak terjadi korban dalam insiden tersebut karena bom yang dikirim tidak meledak.

Sementara dalam kasus surat ancaman berisi bubuk putih, Salonen mengirimkannya ke rumah menteri, termasuk Perdana Menteri Stefan Lofven, Wakil Perdana Menteri Isabella Lovin dan Menteri Pertahanan Peter Hultqvist.

Hasil analisis terhadap bubuk putih yang dikirim menyimpulkan bahwa bubuk tersebut tidak berbahaya. Namun dalam kasus surat ancaman, Salonen dinyatakan oleh pengadilan tidak bersalah atas sejumlah tuduhan karena penerima surat tidak membuka sendiri surat yang dikirim sehingga tidak mengalami ancaman yang dimaksudkan.

Salonen yang telah ditahan sejak Mei lalu, membantah terlibat dalam setiap kejahatan yang dituduhkan. Swedia menjadi salah satu negara dengan pemerintahan paling transparan di dunia.

Di negara itu, informasi seperti pajak penghasilan, alamat rumah dan nomor telepon dapat diperoleh dengan mudah secara online.

Para pejabat pemerintahan juga sering berada tanpa pengawalan dalam menjalankan tugas maupun menjalani kehidupan sehari-hari mereka.

Situasi tersebut menyebabkan terjadinya kasus pembunuhan terhadap sejumlah mantan pejabatnya, seperti menteri luar negeri Anna Lindh yang tewas setelah ditikam orang tak dikenal di sebuah pusat perbelanjaan di Stockholm pada 2003.

Juga saat perdana menteri Olof Palme ditembak mati saat berjalan pulang dari bioskop di Stockholm pada 1986.

Pelaku dari dua kasus tersebut masih tidak diketahui hingga saat ini.

 

Baca juga :

 

TAG#Swedia, #Teror

16802980

KOMENTAR