Konsolidasi Gencatan Sejata di Jalur Gaza Amerika Gandeng Indonesia
JAKARTA, INAKORAN
Board of Peace adalah lembaga bentukan Trump yang awalnya didirikan untuk memastikan rekonstruksi Gaza pasca-konflik berjalan dengan baik.
Dalam rancangan piagam pembentukannya, peran dewan ini ke depannya tidak akan terbatas hanya pada wilayah Palestina, melainkan sebagai organisasi internasional yang bertujuan “mendorong stabilitas, memulihkan tata kelola yang andal dan sah, serta menjamin perdamaian berkelanjutan di wilayah yang terdampak atau terancam konflik”.
Di organisasi itu, Trump ditetapkan ketua seumur hidup kecuali dia mengundurkan diri sukarela atau dinyatakan tidak mampu lagi. Presiden AS penggantinya nanti hanya bisa menunjuk perwakilan negara di organisasi tersebut.
Trump juga menunjuk anggota dewan eksekutif, antara lain Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio, utusan Gedung Putih Steve Witkoff, menantunya Jared Kushner, serta mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.
Upaya tersebut bertujuan mengonsolidasikan gencatan senjata permanen, mendukung rekonstruksi Gaza, serta memajukan perdamaian yang adil dan berkelanjutan yang berlandaskan hak rakyat Palestina atas penentuan nasib sendiri dan pembentukan negara sesuai hukum internasional, sehingga membuka jalan bagi keamanan dan stabilitas bagi seluruh negara dan masyarakat di kawasan tersebut," ujar Kemlu RI.
Tidak hanya Indonesia yang digandeng Presiden Trump ada Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab bergabung dalam tim perdamaian untuk memulihkan kondisi Gaza pasca konflik.
Sementara para pakar hubungan internasional berbeda pendapat soal bergabungnya Indonesia di Board of Peace.
Sebagian mengatakan bahwa Indonesia akan terjebak di dalam lingkaran pro-Amerika yang akan memprioritaskan agenda Trump. Sementara sebagian lainnya menganggap ini adalah peluang emas untuk meningkatkan peran Indonesia dalam memengaruhi agenda perdamaian global.
TAG#GAZA, #PERDAMAIAN, #INDONESIA
219200942







KOMENTAR