Masjid Raya Baiturahman, Wisata Religi nan Megah di Aceh

Tommy Duang

Saturday, 02-04-2022 | 06:51 am

MDN
Masjid Raya Baiturahman, Aceh

 

Aceh, Inako

Terletak di pusat kota Banda Aceh, Masjid Raya Baiturahman merupakan simbol agama, budaya, semangat, kekuatan, perjuangan, dan nasionalisme rakyat Aceh.

Masjid Raya yang asli dibangun pada tahun 1612 di masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Ada juga yang mengatakan bahwa Masjid Raya Baiturrahman yang asli dibangun lebih awal pada tahun 1292 oleh Sultan Alaidin Mahmudsyah.

Pada tragedi tsunami Desember 2004, bangunan bersejarah ini selamat dari kehancuran. Beberapa bagian dindingnya hanya retak dan salah satu menaranya mengalami sedikit kemiringan akibat gempa.

Salah satu ciri paling unik dari masjid ini adalah kubah hitamnya yang dibangun dari sirap kayu keras yang digabung menjadi ubin. Dengan menggunakan desain gaya kebangkitan Mughal, Masjid ini tampak agung dengan kubah besarnya yang dikelilingi menara-menara.

Keseluruhan arsitektur masjid merupakan gabungan gaya-gaya tebaik sejumlah negara. Gerbang utamanya menyerupai gaya gerbang rumah-rumah klasik Belanda dengan serambi bergaya arsitektur masjid-masjid di Spanyol.

Sebelum menuju ruang utama yang wah dan megah, pengunjung akan melewati pintu bergaya khas arsitektur kuno India.

Interiornya dihiasi dengan dinding dan pilar be-relief, tangga marmer dan lantai dari Tiongkok, jendela kaca patri dari Belgia, pintu kayu berdekorasi, dan lampu hias gantung perunggu. Batu-batu bangunannya berasal dari Belanda.

Ruang utamanya merupakan hamparan lantai marmer putih dari Italia, dengan tiang penyangga berwarna putih dengan sedikit aksen hiasan di bagian bawahnya. Selain menimbulkan kesan suci, pilihan warna putih itu membuat ruang utama terkesan semakin luas.

Beralih ke pelataran depan masjid, mata kita dimanjakan oleh kolam besar yang sewaktu-waktu merefleksikan bagian depan masjid secara utuh sehingga menghasilkan pemandangan yang lebih dari sekadar indah.

Di sekeliling kolam itu terbentang taman yang ditumbuhi rerumputan dengan aksen beberapa pohon kurma. Letaknya yang tepat berada di tengah lapangan terbuka membuat masjid ini tampak indah dari berbagai arah.

Sempat ditolak masyarakat pada awal penyelesaiannya karena sangat kontras dengan masjid-masjid pada umumnya di Aceh dan ditambah pula karena dibangun oleh bangsa bukan muslim, kini Masjid Raya Baiturrahman telah menjadi masjid kebanggaan masyarakat Aceh.

KOMENTAR