Moses Itauma Mengalami Kesulitan Mencari Lawan, Semua Takut Menantang Dia
Jakarta, Inakoran
Petinju muda berbakat asal Inggris Moses Itauma, menemukan kesulitan untuk mendapatkan lawan yang sepadan.
Kesulitan terjadi karena dua hal, yaitu ketidakmampuan tim untuk melakukan negosiasi dan adanya penolakan dari setiap petinju yang didekati.
Akibarnya, penampilan Itauma berikutnya terus tertunda yang sebelumnya dijadwal pada tanggal 13 Desember, akhirnya ditunda ke 24 Januari 2026.
Pada bulan Januari tahun depan, ia akan melawan Jermaine Franklin. Berita itu membuat semua orang di Queensberry Promotions lega.
"Saya tidak akan menyebutkan nama karena kami mungkin bisa berbisnis dengan mereka di masa mendatang, tetapi kami telah mempertimbangkan sekitar empat atau lima nama sebelum memulai pertarungan," kata Warren, dilansir dari talkSPORT.
"Untungnya, Jermaine, yang berada di dekat puncak daftar itu, menerimanya," sambung Warren.
Sebelumnya, Franklin menolak negosiasi yang dilakkan kubu Itauma.
"Kami menginginkan pertarungan ini pasca-Dillian Whyte, tetapi Jermaine awalnya mematok harga yang tidak pantas," tambah Warren.
"Dia kemudian bangkit dan meraih kemenangan (melawan Ivan Dychko), jadi saya pikir itu mengubah segalanya.
"Dia jelas kalah dari Anthony [Joshua] dan Dillian, dan kekalahan ketiga secara beruntun akan membuatnya masuk dalam klub Who Needs Them.
"Tapi karena dia sudah menang, rasanya dia ingin datang ke sini dan mengacaukan pesta."
.jpg)
Menemukan lawan untuk Moses Itauma bukanlah tugas mudah, tanyakan saja kepada manajernya, Francis Warren (ist)
Moses Itauma pantas dihindari para calon lawan, karena ia dianggap petinju yang berbahaya seperti yang dia perliahtkan dalam beberapa pertarungan sebelumnya.
Petarung berusia 20 tahun ini belum melakukan kesalahan apa pun selama awal kehidupannya yang sempurna dengan skor 13-0 di jajaran pemain berbayar.
Penampilan terakhirnya, kemenangan telak satu ronde atas Dillian Whyte, membuat divisi tersebut waspada.
Meski ia berperingkat tinggi di keempat badan sanksi utama (No. 1 WBA, No. 1 WBO, No. 4 WBC, dan No. 12 IBF), petinju kidal Chatham itu saat ini bukan penantang wajib di salah satu dari mereka.
Warren mengantisipasi bahwa ini akan berubah pada tahun 2026, dengan CEO Champion Sports siap melepaskan orangnya di tingkat dunia.
Ke mana arah Moses Itauma setelah menang?
"Kami sepakat bahwa kami perlu menyelesaikan pertarungan pembelajaran berikutnya dengan Jermaine sebelum melanjutkan," lanjut Warren.
Itauma kembali beraksi pada 24 Januari di Manchester melawan Jermaine Franklin (ist)
Warrens mengaku bahwa pernyataannya tidak bermaksud meremehkan Jermaine. "Itu bukan berarti tidak menghormati Jermaine, tetapi begitulah cara kami memandang pertarungan berikutnya di bulan Januari.
Ia berbicara berdasarkan fakta soal kehebatan Itauama sejauh ini. Ia yakin, jika ia penampilan petinju Inggris itu lebih baik daripada Anthony Joshua, maka itu akan menjadi bahan pembicaraan, jadi ini bukan sekadar pertarungan pembelajaran, tetapi juga ada nilai komersial yang menyertainya.
Warrens menyebut, diirnya berencana merekrut lima atau enam pemain teratas di semua badan sanksi untuk mempersiapkannya meraih gelar utama.
"Dan untungnya, Queensberry memiliki sebagian besar orang-orang ini yang terikat kontrak, yang membuat segalanya jauh lebih mudah.
Dia tidak ingin menyebut nama-nama pemain karena saat itulah harga semua orang mulai meroket, tetapi kami akan melihat pemain-pemain terbaik.
TAG#moses itauma, #inggris, #tinju, #kelas berat, #jermaine
214433215



KOMENTAR