Tyson Fury Ungkap Alasan Batal Pensiun Dari Tinju
Jakarta, Inakoran
Tyson Fury mengungkap alasan dirinya membatalkan Keputusan unyuk pension dari ring tinju. Ia mangaku bahwa keputusan untuk naik ring kembali bukan karena uang, melainkan semata-mata karena kecintaannya pada pertarungan.
Petinju bergekar Raja Gipsi itu memutuskan pension setelah dua kekalahan beruntun dari Oleksandr Usyk, yang merupakan satu-satunya kekalahan yang dialaminya sepanjang karier profesionalnya.
Banyak yang memperkirakan Fury akan kembali, setelah beberapa kali mengindikasikan ketertarikannya untuk kembali bertinju, yang mungkin termasuk trilogy dengan petinju Ukriana itu.
Namun, belum lama ini ia telah memastikan bahwa ia akan kembali pada tahun 2026 dan memiliki daftar singkat calon lawan yang juga mencakup Fabio Wardley dan Anthony Joashua.
Dan dia bahkan telah kembali berlaih penuh, dan baru-baru ini melakukan sparing dengan Kevin Lerena.
Pria berusia 37 tahun itu sebelumnya menyatakan bahwa motivasinya adalah prospek mendapatkan bayaran besar, bukan mengejar gelar juara dunia.
Namun dalam video baru yang menjelaskan keputusannya untuk berbalik arah, Fury menegaskan kembali bahwa kecintaannya pada olahraga inilah yang menjadi faktor pendorongnya.
"Saya benar-benar telah memenangkan segalanya, mulai dari sabuk regional di Inggris hingga gelar juara dunia super, dan dua kali dinobatkan sebagai petarung terbaik tahunan," kata dia, mengutip talkSPORT.
"Setiap gelar juara dunia yang pernah saya perebutkan, dan bagi saya tidak ada yang lain selain dunia pertarungan. Saya mencintai dunia pertarungan ini. Tidak ada unsur keuntungan finansial di dalamnya," sambung dia.
Fury menegaskan bahwa ia dilahirkan untuk ring tinju, dan masih mencintai dunia tinju meskipun mengalami kesulitan melawan Usyk (ist)
"Saya bisa saja pensiun 10 tahun yang lalu. Saya sudah menghasilkan banyak uang. Ini bukan tentang uang, meskipun saya selalu menginginkan kesepakatan yang bagus. Ini terutama tentang kecintaan pada dunia pertarungan dan olahraga ini," lanjut Fury.
"Saya berumur 37 tahun, tahun ini saya 38 tahun, saya lebih tua dari siapa pun, tapi saya suka berkelahi. Saya tidak punya minat lain, hanya berkelahi," tegasnya.
Dia mengaku, dirinya lahir dan dibesarkan untuk bertarung. Takdirknya terletak di dunia pertarungan.
“Dan pada akhirnya, dia akan memukul seperti orang gila, dan mungkin aku akan berakhir di kursi roda seperti mereka semua," pungkas Fury.
"Dipukul sampai mati, entah ini Selasa, Rabu, atau Desember, tapi ini permainan yang kupilih, ini kehidupan yang kita pilih. Inilah kehidupan yang kupilih! Kita tidak akan berhenti. Kita tidak akan pergi," tuutp petinju Inggris itu.
Fury memang sebelumnya telah menimbulkan kekhawatiran karena menjelaskan alasannya untuk tetap berkompetisi, menghadapi masalah umum yang dihadapi para petinju ketika menggantungkan sarung tinju mereka.
Ini adalah gaya hidup yang membuat ketagihan dan dia belum siap untuk meninggalkannya, dan raksasa berbakat ini percaya bahwa dia masih memiliki kemampuan untuk kembali ke puncak divisi kelas berat.
Siapa yang mungkin akan dihadapi Fury saat ia kembali?
Fury tampaknya memiliki tiga kandidat utama untuk pertarungan besar pertamanya setelah absen, saat ia berupaya meraih kembali gelar juara dunia.
Opsi yang paling mungkin tampaknya adalah Joshua setelah kemenangannya atas Jake Paul, dengan kerangka kesepakatan yang sudah ada untuk tahun 2026.
Namun menurut paman AJ, masa depannya dalam jangka Panjang diragukan setelah ia terlibat dalam kecelakaan mobil di Nigeria.
Fury menyebut Wardley sebagai pilihan utama, meskipun pertarungan itu kemungkinan akan berlangsung setelah pertarungan pemanasan awal pada tahun 2026.
Fury tampaknya akan menghadapi Joshua, tetapi pertarungan itu sekarang tampaknya terancam batal (ist)
Dan warga asli Suffolk itu tentu saja terbuka untuk mempertahankan gelarnya melawan mantan juara tersebut.
Dia mengtakana kepada Sky Sports: "Itu bagus karena dia sudah ada di daftar target saya. Itu tidak berpengaruh bagi saya."
"Dengar, itu sesuatu yang sangat saya inginkan karena saya tidak menghindari pertarungan besar. Saya tidak memiliki gelar juara dunia hanya untuk mengambil pertarungan mudah dan mempertahankannya, lalu bersembunyi dengannya."
"Saya rasa bersikap terbuka [untuk bernegosiasi] mungkin agak meremehkan. Saya sangat ingin melihat apakah dia benar-benar serius atau tidak."
"Dia mungkin melihatnya sebagai hal yang mudah baginya untuk keluar dari masa pensiun, bertarung, merebut gelar juara dunia, dan meraih hal-hal yang lebih besar, tetapi seperti yang telah dialami para petarung belakangan ini, saya adalah lawan yang sangat sulit."
TAG#tyson fury, #inggris, #kelas berat, #pensiun
217883572



KOMENTAR