Pemda Kota Tual Diminta Tetapkan Komoditi Unggulan Berbasis Sumber Daya Alam

Saturday, 07-03-2020 | 19:19 pm

MDN
Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop-UKM Hanung Harimba Rachman [kemenkop]

Jakarta, Inako

Kementerian Koperasi dan UKM melalui Deputi Bidang Pembiayaan memberi perhatian untuk pembangunan ekonomi masyarakat Kota Tual, Provinsi Maluku Tenggara.  Deputi Bidang Pembiayaan Hanung Harimba Rachman sangat berharap koperasi dan UMKM dapat berkembang untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kota Tual.

Saat menghadiri Workshop Pembangunan Kota Tual dengan tema Mewujudkan Kota Tual Kepulauan Layak Huni Berbasis SDG's,  Deputi Bidang Pembiayaan  mendapatkan masukan tentang perkembangan KUMKM di Tual. Workshop diselenggarakan, (2/3/2020) di Kota Tual yang dihadiri Usman Tamnge, Wakil Wali kota Tual,  Ketua dan anggota DPRD Kota Tual, Staf Ahli Bidang Keterpaduan Pembangunan Kementerian PUPR.

Simak video Inatv dan jangan lupa klik "subscribe and like" menuju Indonesia maju.

 

“Ada permasalahan KUMKM di Tual, mulai dari SDM yang masih rendah, daya saing   rendah dan belum tersentuh  pembangunan digital,” kata Hanung, terkait kehadirannya dalam workshop tersebut, Jumat  (6/3/2020).

Ia menegaskan pemerintah memberikan perhatian terhadap perkembangan UMKM Kota Tual agar tidak tertinggal jauh dengan daerah lainnya. Dijelaskannya,  strategi pengembangan KUMKM, dilakukan meningkatkan kualitas produk KUMKM, memperbaiki iklim usaha, membuka akses pasar, meningkatkan kapasitas SDM dan strategi lintas sektor.

Untuk itu,  Pemda Kota Tual diminta  menetapkan komoditi unggulan berbasis sumber daya alam yang ada di Tual, khususnya perikanan dan pertanian. Dengan dipilihnya komoditi unggulan dapat dilakukan kajian model bisnis yang paling tepat untuk mengembangkan usahanya.

“Kemenkop dan UKM akan membantu memformulasikan model bisnisnya. Hal ini, terkait dengan skema pembiayaan dan bagaimana akses pasarnya.  Dalam waktu dekat segera kami akan turun lagi mempelajari dan melihat langsung kondisi KUMKM di Tual,” kata Hanung.

Hanung mengatakan  Kemenkop dan UKM mendukung dengan berbagai program diantaranya pembiayaan  KUMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 6 persen, dana bergulir lewat LPDB serta dukungan wirausaha pemula bagi pelaku usaha yang potensial.  Workshop tersebut diselenggarakan untuk  mendapatkan masukan dan menumbuhkan ekonomi daerah melalui pemberdayaan ekonomi berbasis potensi daerah,    mendapatkan masukan kegiatan pembangunan yang menyentuh lapisan masyarakat, serta pemerataaan pembangunan.

 

 

KOMENTAR