Rapat Kerja Nasional Partai Solidaritas Indonesia (Rakernas PSI) di Makassar: Konsolidasi yang Menghebohkan Gegara (Bakal) Hadirnya Mister ‘J’ yang Misterius
Oleh: Andre Vincent Wenas
JAKARTA, INAKORAN
Siapa sih ‘Mister J’ itu? Ini selalu jadi perbincangan di warung-warung kopi. Jawabannya sebetulnya terlalu gamblang, alias gampang ditebak. Tapi karena sosok ‘Mister J’ ini memang kontroversial, jadinya selalu menarik untuk diobrolin.
Mulai dari soal ijazah palsu, atau yang dipalsukan, atau yang mati-matian diusahakan oleh “orang besar” yang menyeponsori agar isu ini bisa mendegradasikan pamor Jokowi-Gibran-Kaesang, akhirnya salah satu dari eksponen isu pemalsuan itu malu sendiri dan harus menyatakan: “Pak Jokowi akhlaknya bagus!” Padahal Jokowi bertubi-tubi difitnah macam-macam. Semua pupus dan berbalik arah.
Sampai-sampai logika konyol untuk mempersalahkan Jokowi pun ditempuh. Kalau ada bupati/walikota atau gubernur yang pernah didukung oleh Jokowi, dan terkena OTT KPK atau Kejaksaan, maka yang dipersalahkan adalah Jokowi. Oknum-oknum pemuja Salawi (Semua Salah Jokowi) memang sudah kehabisan bahan fitnahan. Mencari kesalahan korupsi Jokowi ini ibarat mencari jarum pentul di antara tumpukan jerami yang ada di gudang Tanjung Priok.
Logika berpikir aneh yang dianut para Jemaah Salawi bisa dibayangkan secara sederhana sebagai berikut: Bos menyuruh salah satu manajernya untuk memimpin proyek membangun Gudang di salah satu kawasan industri. Tapi si manajer korupsi dengan cara memanipulasi pembelian lahan, melakukan mark-up pembelian material, dan bikin laporan palsu tentang biaya buruh bangunan yang dipekerjakan. Akhirnya ulah manajer ini ketahuan oleh auditor independen yang melakukan audit investigatif. Lalu apakah ini salah si Bos? Atau semata-mata kecurangan di manajer?
Toh pada akhirnya kebenaran menemukan jalannya sendiri. Kata teman saya, “Satyam Eva Jayate”, kebenaran pada akhirnya menang. Iya, kebenaran yang benar-benar benar, “the whole truth, nothing but the truth”. Bukan yang sebagian benar yang sebagian lagi tidak benar, alias ditutup-tutupi. Itu sama saja bohong. Deception. Mengelabui. Sudahlah, kita bisa ambil contoh banyak soal ini, lain kali saja kita bahas lagi ya.
Kembali ke soal Rakernas PSI. Kabarnya Rakernas PSI 2026 (Rapat Kerja Nasional Partai Solidaritas Indonesia 2026) di Makassar bakalan mendongkrak ekonomi Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Sulawasi Selatan. Begitu kira-kira pernyataan dari pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI di provinsi tersebut.
Pelaksanaan Rakernas PSI 2026 di kota Makassar diprediksi bakal memberikan dampak ekonomi signifikan bagi pelaku usaha kecil. Panitia penyelenggara menyiapkan ruang khusus bagi 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk turut terlibat dalam rangkaian kegiatan nasional tersebut.
Hajatan PSI kali ini diselenggarakan besar-besaran. Rakernas PSI 2026 akan dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah. Implikasinya secara ekonomi, jumlah peserta yang hadir bakal sangat besar, dengan sendirinya “turis lokal” ini akan mendorong kebutuhan akomodasi, logistik, hingga hingga berbagai aktivitas ekonomi lainnya di sekitaran lokasi acara berlangsung.
Kabarnya akan ada 2 (dua) acara besar, pertama adalah Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Sulawesi Selatan pada tanggal 20 Januari 2026, dan kedua adalah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) se-Indonesia pada tanggal 29-31 Januari 2026 diselenggarakan di tempat yang sama.
Kehebohan ini lantaran bakal hadirnya ‘Mister J’ yang beritanya sudah kemana-mana, dan sekaligus beredarnya berita tentang sudah login-nya Rusdi Masse Mappasessu ke PSI. Rusdi Masse ini tokoh politik nasional, berawal karir politiknya dirintis lewat Partai Golkar (2010-2016), lalu ke Partai Nasdem (2016-2026), dan akhirnya berlabuh ke PSI (2026).
Sekarang Rusdi Masse adalah anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Bupati Sidenreng Rappang (2008-2018). Sekedar informasi, Ketua DPW PSI Sulsel Muammar Ferirae Gandi Rusdi adalah putra sulung Rusdi Masse.
Peserta Rakorwil PSI Sulsel bakal diikuti sekitar 1250-an orang, sedangkan peserta Rakernas PSI se-Indonesia bakal dihadiri sekitar 1700-an orang yang datang dari luar Sulawesi Selatan, plus tamu-tamu undangan lainnya. Diperkirakan sekitar 3000-an orang lebih yang bakal memadati hajatan ini.
Demi mendukung acara ini, kabarnya panitia telah menggandeng sekitar 15 hotel di Kota Makassar. Dan Hotel Claro ditunjuk sebagai hotel utama sekaligus pusat pelaksanaan kegiatan. Selain agenda politik, Rakernas PSI juga membuka ruang bagi pelaku UMKM, sehingga peserta bisa berbelanja di satu tempat, sekaligus promosi komoditas lokal. Tersedia sekitar 20 tenant di area luar dan 30 tenant di area lobi hotel, jadi total 50 tenant UMKM.
PSI yang merintis demokratisasi partai politik lewat sistem e-vote dalam Pemilu Raya Partai Solidaritas Indonesia saat memilih Ketua Umum partai pada tahun lalu (2025), sekarang menyelenggarakan Rakernas PSI 2026 untuk mengonsolidasikan seluruh kekuatan struktur partai, demi merealisasikan tekadnya jadi salah satu pemain dalam liga utama perpolitikan nasional.
By the way, kita berharap sistem e-vote yang telah dirintis PSI ini diharapkan bisa menjadi proyek percontohan dalam penyelenggaraan pemilihan umum nasional mendatang. Bisa mulai dibiasakan dalam pemilihan kepala desa, bupati/walikota, gubernur sampai presiden. Atau di masing-masing partai, maupun organisasi massa lainnya.
“Mister J” alias Jokowi sudah berpesan dalam Kongres PSI 2025 lalu agar PSI memperkuat struktur partainya sampai ke desa-desa. Artinya dari DPP, turun ke DPW, lalu DPD terus sampai ke tingkat kecamatan, kelurahan dan desa-desa. Bahkan sampai ke tingkat Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT).
Menurut data BPS, jumlah desa dan kelurahan di Indonesia ada 84 ribu lebih (tepatnya 84.276 dan akan terus bertambah), sementara ini terdiri dari 75.753 desa dan 8.486 kelurahan (ditambah 37 permukiman transmigrasi). Plus tingkat RW dan RT ada jutaan entitas yang bakal bernaung di bawah bendera gajah (lambang PSI).
Kaesang Pangarep yang terpilih secara demokratis lewat e-vote dalam Pemilu Raya PSI tahun lalu telah berkeliling Indonesia membangun struktur partai seturut nasihat “Mister J” tadi.
“Mister J” yang bakal membina PSI akan mengarahkan gerak dan perilaku politik (political behavior) yang memendahulukan kepentingan negara dan rakratnya. Kenegarawanan (statesmanship) Jokowi akan terus mewarnai PSI dan kerja-kerja politiknya. Terus kerja… kerja… kerja…. Termasuk menyemangati KPK dan Kejaksaan serta Kepolisian untuk kerja keras menangkapi koruptor, termasuk pejabat yang pernah di-endorse olehnya.
Dalam perjalanannya, rupanya hawa perjalanan kenegarawanan ini berdampak pada konstelasi perpolitikan nasional. Banyak tokoh-tokoh politik dari partai lain yang akhirnya memilih untuk ikut dalam “Jalan Ninja” Kaesang dan bergabung dengan “Klan PSI”. Dan ini faktanya telah menghebohkan dunia persilatan.
Jakarta, Selasa 27 Januari 2026
Andre Vincent Wenas,MM,MBA., pemerhati ekonomi dan politik, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF (LKSP), Jakarta.
TAG#PSI, #ANDRE WENAS
219629647







KOMENTAR