Peran Etika Dalam Pusaran Penegakan Hukum Yang Baik Atas Dugaan Kasus Korupsi Sekjend Partai Nasdem ditengah Politik Pilpres 2024

Oleh : Agus Abdullah
JAKARTA, INAKORAN
Dua asas utama dalam kehidupan hukum yang masih tetap harus diperjuangkan dengan gigih yakni asas kebebasan dan asas persamaan.
Kedua asas ini merupakan tiang utama tegaknya demokrasi, yang berarti pula akan adanya akuntabilitas & keterbukaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Dalam aliran etika keutamaan, perlu kiranya suara hati dijadikan etis dalam konteks peran etika sebagai upaya dalam menuntut keadilan.
Keadilan adalah salah satu sikap dan perbuatan baik yang harus dilakukan oleh siapapun dan kapanpun
Prinsip - prinsip keadilan di negara hukum pancasila harus ditegakan dalam proses penegakan hukum.
Hal itu merupakan kebajikan dari praktek etika ke utamaan ( UUD 1945 harus disadari bukan saja merupakan the supreme source of law tetapi juga merupakan the supreme source of ethics dalam kehidupan berbangsa dan bernegara )
Setiap aktivitas politik dan pemerintahan bergerak dalam ruang dinamis.
Dinamika politik ditengah jelang pilpres 2024 itu akan bersentuhan dengan individu, masyarakat termasuk didalamnya sistem nilai dan norma.
Dalam kondisi demikian eksistensi etika menjadi penting disamping perlunya penegakan hukum yang baik
Dengan memperhatikan “ dugaan kasus korupsi sekjen Nartai Nasdem dalam pembangunan menara BTS 4G dan Infrastruktur pendukung BAKTI kominfo “ yang melibatkan tidak saja swasta ( econic power ) dengan birokrasi ( political power ) tetapi juga legislative power.
baca:
Bangun BTS untuk Kawasan 3T Diremuk Korupsi 8T Kominfo
Selain itu beberapa fenomena yang kita jumpai seperti adanya perselingkuhan antara penguasa dan pengusaha ( Collusion ), penggunaan kekuasaan untuk kepentingan diri, kelompok dengan merugikan kepentingan umum,kebohongan publik dan lain - lain.
Berbagai fenomena itu mengindikasikan adanya pelanggaran etika, meski secara hukum seringkali sulit dijerat
Mengamati situasi politik jelang pilpres 2024 ini para penyelenggara pemerintah, tentu tidak dapat menghindar dari berbagai pertarungan kepentingan bahkan pelanggaran untuk meyelamatkan diri atau bahkan sekedar survive.
Semua ini tidak bisa dijelaskan apalagi dipecahkan dengan pendekatan kultural semata
Bertolak dari pemikiran diatas, dalam melakukan penegakan hukum atas kasus tersebut etika juga sangat perlu diterapkan.
Hal ini guna memastikan agar jalannya proses hukum tetap berorientasi pada tercapainya tujuan keadilan hukum dan kepentingan demokrasi
TAG#AGUS ABDULLAH, #AGUS, #HANURA
190216088
KOMENTAR