Starlink dan Dampaknya Terhadap Kecepatan Internet di Indonesia

Sifi Masdi

Tuesday, 16-04-2024 | 13:12 pm

MDN
Ilustrasi Starling Milik Elon Musk [ist]

 

 

Jakarta, Inakoran

 

Pada era digital ini, kecepatan internet menjadi hal yang sangat penting. Dengan masuknya Starlink, satelit internet milik Elon Musk, ke Indonesia, banyak yang berharap akan ada peningkatan signifikan dalam kecepatan internet. Namun, apakah harapan ini realistis?

 

Menurut laporan Speedtest Global Index dari Ookla periode Februari 2024, kecepatan unduh pada internet mobile di Indonesia hanya 25,39 Mbps, sementara kecepatan upload sebesar 12,81 Mbps. Untuk fixed broadband, kecepatan download di Indonesia sebesar 29,62 Mbps dan kecepatan upload sebesar 18,25 Mbps.

 

BACA JUGA: Saham Apple dan Tesla Turun, Wall Street Merah

 

Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, berpendapat bahwa peningkatan layanan internet Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan satelit Starlink. Menurutnya, perlu ada upaya besar untuk meningkatkan kecepatan internet di Indonesia, terutama dengan penyediaan jaringan super highway backbone nasional hingga ke jaringan akses.

 

Heru juga menekankan bahwa peningkatan broadband Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan Starlink, yang di banyak negara sudah mendapatkan keluhan tentang kecepatannya yang menurun seiring bertambahnya pengguna.

 

Sementara itu, Ketua Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Ian Yosef M. Edward, mengungkap bahwa kecepatan internet di Indonesia saat ini berada pada sekitar di atas 10 Mbps dan diharapkan dapat melaju minimal 30–100 Mbps per pelanggan sharing.

 

BACA JUGA:  OpenAI Pilih Tokyo Untuk Membuka Kantor Pertama di Asia Seiring Meningkatnya Penggunaan ChatGPT

 

Starlink menawarkan model asimetrik di mana kecepatan download akan lebih besar dibandingkan upload. Download diharapkan berada pada lebih besar sama dengan 30 Mbps dan upload lebih besar sama dengan 5 atau 10 Mbps.

 

 

 

Ian menambahkan bahwa jika melihat kebutuhan bandwidth internet, akan diserap terutama yang menggunakan satelit. Hal ini mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan. Pasalnya, dia menjelaskan bahwa backbone komunikasi tercepat dan termurah saat ini masih dengan satelit.

 

BACA JUGA: Rekomendasi Saham untuk Dikoleksi Hari Ini: Selasa (16/4/2024)

 

Sehingga, menurut Ian, kehadiran Starlink akan mengisi celah ini. “Diharapkan spot beam-nya [Starlink] dapat menjangkau semua wilayah Indonesia,” pungkasnya. 

 

Meski Starlink menawarkan kecepatan internet yang tinggi, para ahli berpendapat bahwa peningkatan kecepatan internet di Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan Starlink. Perlu ada upaya besar dan terstruktur dari pemerintah untuk meningkatkan kecepatan internet di seluruh Indonesia.

KOMENTAR