5 Tantangan yang Perlu Diatasi Indonesia Untuk Kemajuan Industri Pariwisata Daerah

Junny Yanti

Wednesday, 27-03-2024 | 11:09 am

MDN
Foto: Instagram Artis Indonesia @wulanguritno.

NUSA TENGGARA TIMUR, INAKORAN.COM

Wartawan Senior media Kompas Rikard Bagun menjelaskan permasalahan yang dihadapi Indonesia dalam mendorong industri pariwisata dari perspektif global.

Menurut Rikard, kurangnya promosi pariwisata di Indonesia, khususnya di Labuan Bajo menjadi tantangan pertama yang dihadapi bangsa kita.

“Labuan Bajo dan Flores kurang dikenal hingga sekarang. Dari jaman penjajahan, Flores dianggap sebagai daerah area yg diabaikan,” ucap Rikard di Webinar dengan tema “Outlook Kepariwisataan sebagai New Economy Labuan Bajo Flores - Nusa Tenggara Timur” pada Rabu (27/3/2024).

Rikard menyebut bangsa kita perlu berinovasi agar nama Indonesia lebih dikenal di luar negeri.

BACA JUGA: Diperlukan Visi dan Imajinasi untuk Dorong Kemajuan Industri Pariwisata di Labuan Bajo

Permasalahan kedua yang dihadapi industri pariwisata Indonesia adalah krisis yang terjadi di luar negeri. 

“Industri pariwisata sangat rentan dengan krisis ekonomi dan krisis politik. Jika sebuah negara mengalami krisis, itu ada dampaknya bagi industri pariwisata karena jumlah pengunjung akan menurun,” ucap Rikard.

Wabah pandemi juga menjadi salah satu faktor permasalahan yang dihadapi Indonesia.

“Kita rasakan waktu Covid-19 kunjungan wisata menurun drastis dan skrg dalam proses pemulihan tetapi belum sampai pada level yang terjadi sebelum pandemi,” kata Rikard.

BACA JUGA: PJ Gubernur NTT Ajak Masyarakat Berkontribusi Dalam Pembangunan Daerah

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila itu juga menyebut daerah di Indonesia  perlu melakukan terobosan baru agar bisa bersaing dengan wisata lain.

“Labuan bajo kalau hanya biasa-biasa saja, tidak melakukan terobosan yang hebat maka dia tidak punya daya tarik, tidak punya pesona maka kita harus bekerja dalam sebuah kompetisi,” ucap Rikard.

Menurut Rikard, hal ini bisa diatasi dengan strategi sumber daya manusia yang tepat dan juga koordinasi yang baik. 

Terakhir, Rikard juga mengungkapkan bahwa persoalan keamanan menjadi hal yang sangat sensitif bagi para wisatawan.

“Kalau wisatawan mendengar bahwa ada ancaman di bidang sektor keamanan, maka mereka akan enggan datang ke Indonesia,” jelas Rikard.

KOMENTAR