Aku Mencintaimu Namun Aku Bersalah

Ranika TB

Wednesday, 15-08-2018 | 16:08 pm

MDN
I Love You but I'm Guilty

Penulis : Kasmir Nema, Mahasiswa Pasca Sarjana di Universitas St. Tomas, (UST), Manila, Filipina

Catatan ini tidak lebih daripada sebuah saduran inti (core summary) Novel yang berjudul I Love You but I am Guilty (Aku Mencintaimu Namun Aku Bersalah). Diluncurkan pada tahun 2017, novel ini ditulis oleh Kitty Liang, penulis muda asal Republik Rakyat Tiongkok dan dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggris oleh Edison Wang. Berisikan tiga puluh empat bab, Novel ini ditutup dengan sebuah epilog.

Judul novel ini memikat hati dan menukik pikiran untuk bertanya-tanya apa yang dimaksudkan oleh penulis dengan mencintai seseorang sekaligus bersalah. Lebih tepat barangkali apakah memang mencintai seseorang harus diikuti oleh perasaan bersalah? Bukankah mencintai adalah sebuah keputusan bebas tanpa embel-embel bersalah? Ketika rasa bersalah membingkai sebuah relasi percintaan, bukankah kisah itu kehilangan ketulusan dan kejujurannya? Ataukah sebaliknya, ketika rasa bersalah mendesain atau mendasari cinta mungkin ia justru menghasilkan cinta yang langgeng dan tahan uji atau dikenal dengan cinta sejati? Lalu, siapa yang bersalah: apakah Michael pria yang berperan sebagai suami, ataukah Lois perempuan yang berperan sebagai istri dalam kisah cinta yang pelik nan rumit ini?

Ini adalah sebuah narasi apik tentang cinta. Bukan mengisahkan kegagalan anak manusia dalam bercinta. Bukan pula berikhtiar untuk mempresentasikan sebuah kebiadaban dalam bercinta. Sebaliknya, ini adalah sebuah narasi kemenangan dari apa yang disebut CINTA. Kisah cinta yang satu ini bisa diklasifikasikan ke dalam sebuah narasi cinta yang garib nan ajaib. Kegariban kisah ini termaktub dalam realitas ketidakhadiran atau ketiadaan aktualitas cinta antara Lois dan Michael yang hidup sebagai suami istri tujuh tahun lamanya. Sejak kecil keduanya memburu cinta dan terobsesi untuk mendapatkan kekasih yang layak bagi dirinya masing-masing. Perjumpaan keduanya di salah satu titisan kota tua mengantar mereka ke singgasana pelaminan, melantik keduanya menjadi suami isteri yang sah. Sayangnya, petualangan cinta antara Lois dan Michael tak seindah yang mereka imajinasikan.

Lois adalah sosok berperawakan cantik bak malaikat yang hidup di zamannya. Sejak kecil, ia terobsesi untuk mendapatkan seorang kekasih yang tidak saja tampan dalam penampilan tetapi juga seorang yang mencintainya seumur hidup. Michael adalah pemuda tampan, gagah perkasa yang sedang kemabukan asmara, secara kebetulan berjumpa dengan Lois di alun-alun kota tua tempat mereka tinggal. Tanpa ada keraguan seiota pun, Lois berpikir bahwa Michael adalah jawaban dari semua obsesi dan mimpinya sejak kecil. Sosok Michael yang ramah, murah senyum dan genit, ciri khas anak Zaman NOW, membuat Lois semringah tak berdaya dan jatuh hati serta tak sungkan mengamini pinangan Michael. Tanpa berpikir panjang tentang carut-marut hidup perkawinan, keduanya sepakat mengawali peziarahan cinta mereka dari tahta pelaminan.

Hari-hari pernikahan dilalui tanpa meninggalkan jejak-jejak romantis. Litani penyesalan dan depresi justru memenuhi lembaran pernikahan itu. Romantisme perkawinan yang pernah diimpikan, seolah sekedar teori belaka yang tak pernah menyatu dalam realita perkawinan Lois dan Michael. Lois yang masih terobsesi dan percaya bahwa Michael adalah jawaban atas segala mimpinya itu mengalami perkawinan sebagai sebuah realitas yang membosankan dan menyakitkan. Hidupnya mengalami kekeringan, tak bersemangat dan kehilangan arah, bak perahu yang terombang ambing di tengah laut lepas karena diterpa angin kencang. Betapa tidak, sikap acuh tak acuh jauh dari kosakata ramah yang ditunjukkan Michael sejak hari perdana pernikahan mereka tidak pernah berubah. Lebih tragis lagi, sikap tak senonoh dan sembrono itu berakhir pada satu titik simpul bahwa Michael tidak pernah mencintai Lois. Di tengah ketiadaan cinta dalam hidup berumah tangga mereka, Lois dengan insting keperempuanannya tetap mencoba untuk tegar dan sabar menghadapai bahtera rumah tangganya yang kian amburadul itu. Lois tidak mau rumah tangganya hancur berantakan hanya karena sikap Michael yang tidak pernah mencintainya, meski ia tahu dan sadar bahwa itu sangat menyakitkan.

Kesombongan Michael kepada Lois yang seolah tak berubah tak menyurutkan kesetiaan Lois menjalankan aktivitas utamanya sebagai seorang istri sejati, memasak dan menyiapkan makanan enak untuk Michael, Sang suami yang tidak pernah mencintainya, mencuci pakaian dan membereskan semua urusan rumah tangga lainnya. Dalam benak Lois, Michael adalah tetap suaminya, meski mereka tidak pernah berhubungan badan sejak hari perdana pernikahan mereka. Michael, terlepas dari sikapnya yang tidak pernah bersahabat terhadap Lois, selalu menyantap dengan penuh antusias masakan khas Lois. Segala sesuatu yang berhubungan dengan urusan kantor disiapkan Lois adalah sebuah keniscayaan.

Tujuh tahun lamanya mereka hidup serumah sebagai suami istri tetapi tidak pernah seranjang. Tujuh tahun pula lamanya Lois tidak pernah merasakan sedikitpun hangatnya cinta dari Michael. Lois masih penasaran untuk merasakan hangatnya cinta dari seorang yang disebut suami. Ia coba merayu Michael dengan berbagai jurus agar mendapatkan cinta biar hanya sekedar dipeluknya. Jangankan mencium, memegang tangannya pun tidak pernah dilayani oleh Michael. Michael selalu menolak setiap kali ada adegan cinta dari Lois yang terlihat sangat seksi dan romantis itu. Tiada hari dan malam berlalu tanpa pertengkaran dan perdebatan sengit di antara keduanya. Lois, dalam ketidakberdayaannya dan kehabisan akal menghadapi Michael, pada suatu simpul mulai merenung: ‘Apalah artinya hidup sebagai suami istri kalau tidak ada cinta. Bukankah cinta yang menjadi alasan fundamental mengikat pria dan perempuan dalam bingkai nan luhur suami istri? Lois dalam keadaan lunglai tak bertenaga bahkan mencoba untuk menjustifikasi situasi yang semakin keruh itu dengan bertanya: “Apakah memang hidup suami istri tidak perlu ada cinta? Sampai ia menyalahkan dirinya sendiri: ‘Ataukah saya salah bahwa cintalah yang melandasi orang hidup bersama sebagai suami istri? Pertanyaan demi pertanyaan selalu mengusik hari-hari hidup Lois yang sudah kehilangan kesabaran dan kehabisan energi tinggal bersama Michael. Tetapi ia berusaha berdamai dan mencoba menjawab sendiri pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya sekedar menenangkan hati dan pikirannya.

Michael, yang tidak pernah sedikitpun mencintai Lois bahkan tidak pernah berpikir untuk mencintai Lois. Ia merasa hidup bersama Lois selama tujuh tahun itu seperti hidup dalam penjara. Michael menyebut apartemen mereka tinggal sebagai sebuah penjara bawah tanah. Michael tidak pernah mengalami kebebasan selama hidup bersama Lois. Ia merasa kebebasannya sebagai seorang manusia dikebiri oleh Lois, istri yang tidak pernah dicintainya itu. Michael ingin segera menghirup udara segar dan merayakan kebebasannya.

Michael meninggalkan Lois sendiri di Apartemen dan berlibur selama beberapa bulan tanpa memberitahu Lois. Lois yang tidak pernah diinformasikan kepergian suaminya itu sudah mengalami depresi. Dalam suasana kebatinan yang tidak tenang akibat depresi, Lois bertanya dalam hatinya ‘Akankah Michael merubah sikapnya suatu saat nanti? ‘Manusia adalah makhluk dinamis, demikian Lois menjawab sendiri keraguannya tentang suaminya itu. Ia percaya, entah kapan, Michael akan mengubah sikapnya. Tetapi pada saat yang sama Lois berpikir bagaimana kalau Michael tidak pernah berubah, artinya tidak akan mencintainya seumur hidup, akankah ia terus bertahan hidup dalam kesengsaraan seperti ini. Pikirannya ini menghantar Lois untuk memutuskan untuk meninggalkan Michael seumur hidup. Ia sadar betul bahwa keputusannya untuk menceraikan Michael bukan pilihan yang tepat dalam hidup berumah tangga. Tetapi ia juga tahu bahwa itu adalah keputusan yang terbaik yang bisa dilakukannya untuk mengurangi depresi berkepanjangan yang sedang dialaminya. Lalu ia menulis sepucuk surat untuk Michael bunyinya:

“Michael kekasihku! cintaku padamu tak pernah berhenti bagaikan air mengalir dan masih putih seperti embun bening di pagi hari meski cintamu padaku tidak terasa sama sekali. Hari ini aku memutuskan hidupku untuk menjadikanmu orang yang paling bahagia di dunia. Saya tidak bisa lagi menerima keadaan kehidupan yang disajikan kepada saya dalam pernikahan kita. Selama tujuh tahun saya menelan pil pahit pernikahan karena saya obsesif dan tidak mau melepaskanmu. Hari ini adalah hari pembebasanmu. Kamu bebas menjalani hidupmu dan melakukan apa saja yang menyenangkan. Berhati-hatilah dan ketahuilah bahwa di mana pun saya berada, kamu masih milik saya ”

Pada halaman yang berbeda, Lois juga membubuhkan tanda tangan cerai pada sertifikat kontrak pernikahan mereka. Bagi Lois, surat ini adalah bukti akhir hidupnya bersama Michael. Sedih dan menyakitkan tetapi juga membebaskan. Lois terus berguman dalam hati kecilnya, ‘untuk apa hidup serumah dan dikenal orang sebagai suami istri, sementara kami tidak pernah mengaktualisasikan cinta di antara kami’. Lois juga membiarkan Michael hidup dalam alam kebebasan dan kemerdekaan. Lois tidak mau dianggap sebagai penjajah oleh Michael dalam rumah tangga mereka. Sementara yang terjadi sebenarnya adalah Lois lah yang terus mengalami penderitaan yang tak berkesudahan.

Kepulangan Michael dari liburannya dijemput oleh sepucuk surat pisah yang ditandatangani Lois. Awalnya, Michael berpikir bahwa itu adalah skenario Lois, supaya ia secepatnya merasa iba dan menaruh perhatian serta mencintainya. Hari berganti hari berlalu bahkan bulan, Lois tidak pernah muncul batang hidungnya. Michael yang hari-harinya asyik merayakan kebebasan hidupnya tanpa Lois mulai cemberut, bertanya-tanya tentang keberadaan Lois, kekasih jiwa yang tidak pernah dicintainya itu. Kegelisahan Michael menggunung setelah ia dicecar banyak pertanyaan dari sahabat-sahabat karib Lois tentang ketidakmunculan Lois di panggung kehidupan. Michael bingung dan segera meminta nasihat dari sahabat sekaligus sekretarisnya Gabe. Gabe, sudah mendengar rumor beredar bahwa Lois sudah membunuh diri di salah satu apartemen miliknya. Tapi, Gabe sungkan menceritakan rumor liar ini kepada Bosnya, Michael. Sampai suatu saat ketika keberanian berpihak pada Gabe untuk menceritakan bahwa Lois sudah membunuh diri. Michael yang mendengar kisah kematian Lois dari sekretarisnya itu malah ketawa terbahak-bahak sambil menghibur dirinya bahwa Lois tidak mungkin melakukan itu. Michael akhirnya percaya ketika mendengar sendiri sekelompok orang di pantai ramai menceritakan tentang kematian tragis Lois di sebuah apartemen miliknya.

Michael yang semula tidak percaya pada rumor kematian mantan istrinya itu, kini percaya dan menelusuri apartemen tempat Lois membunuh diri. Di sana didapatkannya bercak darah Lois dan cincin nikah yang disematkan Michael pada Lois di hari pernikahan mereka. Cincin ini meyakinkan Michael akan kematian Lois. Sikap Michael terhadap Lois berubah total. Kematian Lois seolah mentransformasi Michael. Ia merasa kehilangan dan menangis tersedu-sedu. Untuk pertama kalinya, Michael mulai mencintai Lois mantan istrinya, sebuah sikap yang haram dimilikinya selama mereka hidup bersama. Saking tak terbendungnya cintanya pada Lois yang sudah meninggal itu, lalu ia memerintahkan pengawalnya untuk menggali kubur Lois. Di pusara Lois, Michael menangis sekuat tenaga. Air matanya jatuh berguguran bagaikan hujan lebat di musim dingin. Ia berteriak dan menyesal karena tidak pernah mencintai Lois semasa hidupnya. Di pusara Lois, ia bersumpah serapah mencintai Lois yang tak bernyawa itu, meski ia tahu bahwa Lois tidak akan mendengar tangisan pilunya itu. Michael menjadi seperti orang gila, karena cintanya yang menggebu-gebu kepada orang yang sudah meninggal. Model cinta yang jarang ditunjukkan manusia di bawah kolong langit ini. Ia memindahkan debu jenazah Lois dari peti besar ke peti kecil. Tujuannya, agar ia dengan mudah menggendong debu Lois kemanapun ia pergi. Saking ingin mengungkapkan cinta yang maha dahsyatnya kepada Lois meski sudah mati, ia meminta izin ke perusahan untuk pergi berbulan madu dengan Lois yang sudah menjadi abu. Aneh bin Ajaib dan mungkin hal semacam ini hanya terjadi dalam diri Michael. Sepulangnya dari berbulan madu, Michael lalu menguburkan jenazah Lois, yang tidak lagi disebutnya sebagai mantan istrinya, tetapi istrinya karena surat yang ditandatangani itu hanya dilakukan sepihak oleh Lois, yang menurut Michael itu tidak sah. Michael kini mengalami depresi berat.

Suatu hari, ada pesta ulang tahun Estela sahabat karib Lois. Wind yang diundang dalam jamuan tersebut, menjanjikan sebuah kejutan bagi Estela. Wind adalah saudara Lois yang mengetahui semua detail kehidupan saudarinya termasuk prahara kematiannya. Michael, sebagai mantan suami Lois, juga diundang dalam hajatan tersebut. Ketika Michael memasuki apartemen Estela, ia terkejut menjumpai Lois. Michael di antara percaya atau tidak. Ia tahu bahwa Lois yang sekarang sangat dicintainya itu sudah meninggal, tetapi kenapa ia berada di situ. Lalu bagaimana dengan jirat yang sudah digali itu, itu kuburnya siapa, tanya Michael dalam hatinya. Michael yang hari-hari belakangan ini sangat mencintai Lois dan sungguh mengalami kehilangan Lois justru ketika bertemu dengan Lois merasa aneh dan sikapnya berubah total. Michael lalu putuskan tidak mengikuti pesta ulang tahun tersebut.

Ini Lois, mantan istri Michael. Begitulah Wind memperkenalkan Lois kepada Estela dan tamu undangan yang hadir dalam hajatan tahunan itu. Ia masih hidup, lanjut Wind untuk menepis berita yang sudah terlanjur didengar publik tentang kematian Lois. Wind mengisahkan bahwa ia mendapatkan Lois yang berusaha membunuh diri di kamar mandi di apartemennya. Saat itu, Lois terkapar tak sadarkan diri di bak kamar mandi, tapi belum mati. Darah mengalir keluar melalui pelipis mata yang terobek akibat benturan dengan kran air di kamar mandi. Dalam kondisi kritis, Wind membawanya ke rumah sakit dan berhasil disembuhkan. Sakit hatinya kepada Michael yang tidak pernah mencintai Lois atau yang menjadi penyebab Lois mencoba untuk membunuh diri, yang mendorong Wind untuk menyebarkan berita bohong tentang kematian Lois. Wind kemudian menggali kubur palsu untuk mengelabui Michael. Wind mengetahui sungguh-sungguh penderitaan yang dialami oleh Lois, adiknya semata wayang itu.

Wind sukses menyutradarai skenario kematian Lois. Michael yang dulu tidak mencintai Lois, kini berubah seratus persen mencintainya. Michael merayu dengan mengelus-elus tangan Lois dan meminta maaf atas segala kesalahan yang dibuatnya selama 7 tahun. Lois tidak tergoda dengan kicauan murahan dan rayuan gombal Michael. Michael yang terdorong oleh cinta yang menggebu-gebu, terus merayu Lois agar menjadi istrinya dan berjanji mencintainya seumur hidup, baik di saat suka maupun duka. Kesengsaran dan depresi masih terpatri di dalam sanubari Lois, membuatnya menutup pintu hatinya rapat-rapat bagi Michael. Michael dan Wind kini sedang merebut Lois. Wind, sebagai saudara mengenal baik derita yang dialami oleh adiknya, menolak dengan kasar rayuan Michael. Michael di sisi lain memohon belas kasihan Lois untuk memaafkannya dan menerimanya kembali sebagai suaminya. Lois tak sedikitpun terpengaruh dengan rayuan maut dari orang yang pernah dikaguminya dalam hidup.

Pertengkaran antara Michael dan Wind merebut Lois pun tak terhindarkan. Keduanya terluka. Panik melihat darah mengalir keluar dari kepala Michael dan tangan Wind, mendorong Lois membawa keduanya ke rumah sakit. Michael mengalami kritis karena pukulan keras Wind membentur rahang otak kanan Michael. Sedangkan tangan Wind tergores sedikit oleh kerikil karena jatuh setelah meninju Michael di kepalanya. Wind hanya rawat jalan karena lukanya tidak terlalu serius. Sementara itu, menurut para dokter, situasi Michael sangat mengkhawatirkan. Ia belum sadarkan diri. Bahkan dokter menyampaikan untuk siap menerima resiko yang terburuk bahwa Michael tidak akan selamat. Mendengar pengakuan dokter ini, Lois merubah sikapnya. Ia memutuskan untuk memperhatikan Michael yang sudah berada di fase kritis hidupnya.

Lois lalu memaafkan semua kelakuan Michael yang pernah dialaminya selama tujuh tahun. Pada saat itu pula, Michael dinyatakan sembuh total oleh para dokter. Michael yang terbangun dari ranjangnya disambut dengan pelukan mesra dan tawa ria dari Lois sambil mencium bibirnya. Para dokter dan perawat menjadi saksi bisu kedua sejoli bermadu kasih. Kini keduanya menerima satu sama lain. Menerima kekurangan dan kesalahan di masa lalu. Mencintai satu sama lain sampai mati. Michael lalu membawa Lois ke tepi pantai untuk merayakan kemenangan cinta mereka. Mereka berjalan ke pantai, membelai diri dan menatap matahari terbenam. Akhirnya, matahari terbenam di masa lalu mereka. Masa lalu mereka berdua berbisik telah pergi dan fajar kehidupan baru telah dimulai. Michael lalu menatap langsung ke wajah cantik Lois dan kemudian ke matanya dan berkata kepadanya, "beginilah cara cinta menang”.

 ***

Ada miliaran cerita cinta yang dirajut oleh penghuni bumi ini. Kisah cinta itupun variatif sifatnya. Narasi cinta Lois dan Michael dalam novel berjudul I Love You but I am Guilty adalah cuplikan petualangan cinta yang didramatisir oleh dua sejoli menuju ke kediaman bersama. Novel ini mengafirmasi bahwa jatuh cinta atau mencintai seseorang tidak pernah salah. Karena jatuh cinta adalah sebuah tindakan manusiawi, yang, di dalam alur percintaan, mengandung unsur pasang surut, baik dan buruk, juga untung dan malang, hingga pada akhirnya unsur menang dan kalah. Lebih dari itu, sikap obsesif terhadap cinta adalah sebuah sikap wajar sebagai konsekuensi dari sebuah akrobat cinta yang sudah terlanjur mencintai seseorang dengan sepenuh hati. Novel ini memproklamirkan sebuah filosofi cinta yang patut diapresiasi. Apapun model persoalan dalam ruang lingkup percintaan, kesiapsediaan kedua pihak untuk mengakui kekurangannya masing-masing serta sikap saling memaafkan adalah sikap yang apresiatif. Kesemuanya ini aplikatif selama dilandasi oleh cinta. Benar kata Kitty Liang sang penulis novel ini. Cinta bisa mengalahkan segala bentuk egoisme dan kerakusan diri. Cinta bisa mengalahkan segala bentuk sekat-serta-dinding perbedaan antara berbagai karakter dan perilaku.

 

 

KOMENTAR