Antisipasi Serangan Turki, Kurdi Buka Pintu Bagi Damaskus dan Moskow

Binsar

Wednesday, 09-10-2019 | 07:30 am

MDN
Pasukan Kurdi Suriah Utara [ist]

Damaskus, Inako

Pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut Amerika Serikat akan menarik pasukannya dari Suriah Utara menciptakan kekhawatrian tersendiri bagi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS. SDF khawatir, Turki akan melakukan serangan militer ke Suriah Utara.

SDF tidak yakin bahwa AS akan melakukan sesuatu untuk menghentikan serangan Turki ke Suriah utara. Karena itu, saat ini SDF tengah membuka negosiasi dengan Damaskus dan Moskow guna mengantisipasi kemungkinan Turki melakukan serangan ke Suriah Utara.

"Jika pasukan AS meninggalkan Suriah utara, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS akan dipaksa untuk mempelajari semua opsi yang tersedia," ujar Badran Jia Kurd, seorang pejabat SDF, seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (9/10/2019).

Badran mengaku, pihaknya saat ini tengah mengadakan pembicaraan dengan Damaskus atau pihak Rusia untuk mengisi kekosongan atau memblokir serangan Turki.

Sebelumnya, Jenderal SDF Mazloum Kobani Abdi, mengatakan bahwa ia sedang mempertimbangkan kemitraan dengan Damaskus dan sekutunya untuk memerangi pasukan Turki yang menyeberang ke Suriah utara.

Sebagaimana diketahui, Presiden AS Donald Trump, Senin (7/10) mengatakan akan menarik pasukan dari wilayah tersebut - sebuah langkah yang muncul ketika Turki bersiap untuk operasi anti-Kurdi. Namun, laporan bahwa AS telah meninggalkan sekutu Kurdi - yang dianggap sebagai teroris oleh Ankara - mungkin dibesar-besarkan.

"AS hanya menarik sejumlah kecil pasukan dari Suriah utara di dekat perbatasan Turki," kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS kepada AFP menyusul pengumuman Trump.

Turki mengatakan ingin membangun "zona aman" di sepanjang perbatasan antara kedua negara, dengan alasan bahwa operasi militer akan memungkinkan pengungsi Suriah untuk kembali ke rumah dengan selamat.

TAG#Kurdi, #Damaskus, #Moskow

21676609

KOMENTAR