AS Dikecam Ketua Parlemen Lebanon Atas Sanksi Terhadap Pejabat Hizbullah

Hila Bame

Thursday, 11-07-2019 | 12:18 pm

MDN
Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri

Jakarta, Inako

Gerakan Shiah “mengancam stabilitas ekonomi dan keamanan Lebanon serta kawasan, dan ini merugikan rakyat Lebanon,” demikian kata Sigal Mandelker, wakil MenKeu AS untuk urusan terorisme dan intelijen finansial, demikian bunyi pernyataan DepKeu tersebut.

Sebelumnya Amerika secara unilateral menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran dan negara-negara kuat lainnya pada Mei tahun lalu.

Setelah itu  dilanjutkan dengan menerbitkan sanksi-sanksi terhadap Iran dalam bulan-bulan terakhir, juga terhadap Hizbullah, yang oleh AS dianggap organisasi teroris.

Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri, hari Rabu (10/7) mengecam sanksi-sanksi yang diberlakukan Washington sehari sebelumnya terhadap tiga pejabat Hizbullah, termasuk dua anggota parlemen, dan menyebutnya sebagai “agresi” terhadap Lebanon, demikian dilansir Inakoran.com dari Voice Of Amerika (VOA) Kamis (11/7) 

Anggota parlemen Amin Sherri dan Muhammad Hasan Raad dituduh “mengeksploitasi sistem politik dan finansial Lebanon” guna menguntungkan Hizbullah, demikian menurut sebuah pernyataan dari DepKeu AS.

Kata Berri, sanksi-sanksi terhadap pejabat Hizbullah itu, musuh Israel dan sekutu penting Iran, merupakan “sebuah agresi terhadap parlemen, dan sudah pasti sebuah agresi terhadap Lebanon,” demikian bunyi pernyataan dari kantornya.

Gerakan Amal yang dipimpin Nabih Berri bersekutu dengan Hizbullah, organisasi politik penting di Lebanon yang meraih 13 kursi dalam pemilihan parlemen pada Mei 2018, serta menduduki tiga jabatan kabinet dalam pemerintahan.

Juga dalam daftar ini dimasukkan Wafiz Safa, seorang pejabat keamanan Hizbullah top yang dekat dengan Sekretaris Jenderal Hezbollah Hassan Nasrallah.

Anggota parlemen Hezbollah Ali Fayyad Selasa mengecam sanksi-sanksi itu, dan menyebutnya “ sebuah penghinaan terhadap rakyat Lebanon.”

Sanksi-sanksi itu membuat jumlah orang dan entitas Hizbullah menjadi 50 orang yang dimasukkan dalam daftar hitam DepKeu sejak 2017.

“Tekanan maksimum terhadap rejim Iran dan proksi-proksinya sudah berhasil dalam membatasi dukungan finansial yang diterima Hizbullah,” demikian kata Menlu AS Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan Selasa.

 

TAG#Libanon

23627063

KOMENTAR