Facebook menangguhkan akun palsu Rusia, memperingatkan ancaman peretasan dan kebocoran pemilu AS

Hila Bame

Friday, 25-09-2020 | 07:14 am

MDN
Ilustrasi (ist)

LONDON, INAKO

 

Facebook mengatakan pada Kamis (24/9) pihaknya telah membongkar tiga jaringan akun palsu yang dapat digunakan oleh dinas intelijen Rusia untuk membocorkan dokumen yang diretas sebagai bagian dari upaya untuk mengganggu pemilu AS mendatang.

BACA JUGA:  

Pemilih berbaris beberapa negara bagian AS membuka pemungutan suara awal; Trump, Biden ke Minnesota


Perusahaan tersebut mengatakan akun-akun tersebut, yang ditangguhkan karena menggunakan identitas palsu dan jenis lain dari "perilaku tidak autentik terkoordinasi," terkait dengan intelijen Rusia dan orang-orang yang terkait dengan organisasi yang berbasis di St Petersburg yang dituduh oleh pejabat AS bekerja untuk mempengaruhi pemilihan presiden 2016. .
 

Kementerian luar negeri Rusia tidak menanggapi permintaan komentar setelah jam kerja normal di Moskow. Rusia telah berulang kali membantah tuduhan campur tangan pemilu dan mengatakan tidak ikut campur dalam politik domestik negara lain.

Nathaniel Gleicher, kepala kebijakan keamanan siber Facebook, mengatakan tidak ada bukti langsung bahwa dokumen yang diretas akan bocor, tetapi dengan menangguhkan akun yang diharapkan Facebook dapat mencegahnya digunakan dalam operasi selanjutnya.

"Tim kami mengamati ancaman dan tren yang perlu kami siapkan, dan satu yang sangat kami sadari ... adalah operasi peretasan dan kebocoran, terutama dalam 6-8 minggu ke depan," katanya kepada Reuters. .

"Kami ingin memastikan bahwa akun tersebut tidak aktif untuk mencegah kemampuan mereka untuk memutarnya guna memfasilitasi peretasan dan kebocoran seputar pemilihan AS."

Peringatan tersebut menyusul peringatan oleh Microsoft awal bulan ini bahwa peretas yang terkait dengan Rusia, China, dan Iran mencoba memata-matai orang-orang yang terkait dengan Presiden AS Donald Trump dan penantang Demokratnya, Joe Biden.

Graham Brookie, direktur Lab Penelitian Forensik Digital Dewan Atlantik, bekerja dengan Facebook untuk menganalisis akun yang ditangguhkan. Dia mengatakan aktivitas itu menunjukkan Rusia terus berupaya memperburuk ketegangan politik di Amerika Serikat dan di tempat lain.

"Itu tidak menepis fakta bahwa skala dan ruang lingkup disinformasi domestik jauh lebih besar daripada yang bisa dilakukan oleh musuh asing mana pun," katanya. "Tapi upaya Rusia tetap merupakan kerentanan keamanan nasional yang sangat serius."

Sumber: Reuters

 

TAG#FB, #AKUN PALSU

53929214

KOMENTAR