Jokowi: ASEAN-India Penentu Stabilitas Kawasan Indo-Pasifik

Inakoran

Friday, 26-01-2018 | 23:58 pm

MDN
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negar

New Delhi, Inako –

Presiden Joko Widodo mengatakan, Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan India menjadi penentu kemakmuran dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik dalam berbagai bidang.

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi pada saat pidato dalam sesi pleno KTT Peringatan ASEAN-India 2018 di Hotel Taj Enclave Diplomatic di New Delhi, Kamis (25/1/2018) malam.

Pada sesi itu, Presiden Jokowi menjelaskan berbagai potensi yang dimiliki kedua kawasan yakni ASEAN dan India. Salah satu potensi yang menonjol, kata Jokowi, adalah jumlah penduduk yang hingga saat ini mencapai 2 miliar jiwa.

Jokowi menambahkan, dari 2 miliar jiwa itu, penduduk yang masih berusia produktif mencapai 1,5 miliar. Itu artinya, tenaga produktif di dua kawasan itu sangat tinggi, dan itu akan berpotensi meningkakan produktivitas negara-negara di ASEAN dan India, kata Presiden.

Menurut Jokowi, optimisme pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan naik menjadi 3,7 persen pada 2018, dimana sebelumnya 3,6 persen, juga berperan penting bagi kerja sama ASEAN-India.

Pada kesempatan itu juga, Presiden menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama ASEAN-India. Kerja sama itu, lanjut Jokowi, telah berhasil meningkatkan pertumbuhan masing-masing negara.

Ekonomi ASEAN diprediksi tumbuh 5 persen sedangkan ekonomi India diperkirakan tumbuh 7 persen pada 2018.

"Berkat kerja kita bersama, ekonomi tumbuh positif di atas pertumbuhan ekonomi global," demikian Presiden Jokowi dari keterangan Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Meski demikian, masih ada sejumlah kondisi global yang belum stabil dan harus dihadapi ASEAN dan India seperti pesimisme pelemahan ekonomi global pada jangka panjang, hingga meningkatnya kecenderungan proteksionisme di berbagai negara.

Oleh karena itu, Presiden mengajak ASEAN bersama-sama dengan India untuk melanjutkan perundingan Kemitraan Perekonomian Komprehensif Kawasan (RCEP) yang akan mewakili hampir setengah populasi dunia, 31,6% dari GDP global, dan 28,5% perdagangan dunia.

 

KOMENTAR