Kemenkes Kirim Makanan Tambahan Untuk Balita di Asmat

Inakoran

Wednesday, 28-02-2018 | 04:31 am

MDN
Tim Pengabdian Masyarakat Ekspedisi NKRI Subkorwil

ong>Jakarta, Inako – 

Krisis kemanusiaan yang melanda wilayah Asmat beberapa waktu lalu, telah mengakibatkan ratusan anak balita yang sedang berada di lembaga PAUD menderita kekurangan gizi serius.

Melihat kondisi itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mengirimkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita ke 15 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) guna membantu meningkatkan gizi anak-anak di daerah itu.

Dalam keterangan pers yang dikirim ke media di Jakarta, Senin, Kemenkes mengatakan pihaknya juga akan mendistribusikan PMT dari Jakarta sesuai permintaan Dinkes Asmat dengan sasaran selain Balita di posyandu pascakasus kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk.

Selain PMT untuk balita, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan juga membagikan 1.000 alat permainan edukatif, tas, buku cerita, alat tulis dan paket makanan yang diberikan kepada 15 lembaga PAUD yang secara simbolis diserahkan ke PAUD De Ces Cu Bemap.

Sejauh ini Kemenkes telah mengirimkan empat gelombang tim "Flying Health Care" (FHC) yang terdiri dari berbagai tenaga kesehatan mulai perawat, ahli gizi, dan sejumlah dokter spesialis.

Pada tim FHC IV diberangkatkan lebih dari 30 tenaga kesehatan yang terdiri dari 10 orang dokter, 10 orang ahli gizi, dan 10 orang petugas imunisasi multiantigen dengan memberdayakan juru imunisasi lokal dari Asmat. Nantinya petugas akan melakukan penyusuran ulang imunisasi multiantigen, dan sisanya akan dilakukan tim kesehatan lingkungan.

Total tenaga kesehatan yang dikirim oleh Kementerian Kesehatan sejak KLB dan hingga KLB usai yakni sampai gelombang IV sebanyak 146 tenaga kesehatan, mendistribusikan 1.410 kilogram obat, dan 4.901 kilogram makanan tambahan.

KOMENTAR