Mehdi Paryavi: AI dan Erosi Kognitif
JAKARTA, INAKORAN
Mehdi Paryavi, CEO International Data Center Authority, turut memperingatkan fenomena “erosi kognitif diam-diam.” Menurutnya, jika seseorang mulai percaya bahwa AI berpikir lebih pintar darinya, ia akan kehilangan kepercayaan diri pada kemampuan intelektualnya sendiri.
Pandanganya, didukung oleh laporan terbaru dari Work AI Institute dan peneliti di Oxford University Press. Mereka menemukan bahwa meskipun AI membuat pekerja lebih cepat dan lancar, ada kedalaman berpikir yang perlahan hilang karena manusia melewatkan proses “berhenti dan bertanya.”
Pesan utama para ahli ini jelas: AI akan menjadi mitra yang luar biasa jika digunakan secara iteratif (bolak-balik) antara manusia dan mesin. Namun, jika digunakan sebagai jalan pintas untuk menggantikan pemikiran kritis, manusia justru yang akan menjadi korban dari teknologinya sendiri.







KOMENTAR