Paus Fransiskus Serukan Gencatan Senjata di Gaza dalam Pesan Paskah 2025

JAKARTA, INAKORAN.com – Pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Fransiskus, menyerukan perdamaian melalui pesan Paskah 2025, dari balkon Basilika Santo Petrus, Vatikan City, Minggu (20/4/2025).
Dalam pidato yang dibacakan oleh Pemimpin Perayaan Liturgi Kepausan, Uskup Agung Diego Ravelli, Paus Fransiskus menyoroti situasi terkini Tanah Suci yang terluka oleh konflik dan penuh dengan letusan kekerasan berkepanjangan.
“Konflik yang mengerikan terus menimbulkan kematian dan kehancuran serta menciptakan situasi kemanusiaan yang dramatis dan menyedihkan,” ungkap Paus Fransiskus, dikutip dari siaran pers Vatican News, Senin (21/4/2025).
“Saya sekali lagi menyerukan gencatan senjata segera di Jalur Gaza, pembebasan para sandera… dan akses terhadap bantuan kemanusiaan.”
Baca juga: Paus Fransiskus Kembali ke Kediaman Setelah Lebih dari Sebulan Dirawat di RS
Lebih lanjut, Paus Fransiskus mengajak komunitas internasional untuk bertindak dan membantu rakyat yang tengah kelaparan dan merindukan masa depan yang damai.
Paus asal Argentina itu juga menyinggung Yaman, yang tengah mengalami krisis kemanusiaan serius dan berkepanjangan karena perang.
Baca juga: Paus Fransiskus Menerima Kunjungan 4 Pelajar Jepang Di Roma
Paus Fransiskus mengundang semua pihak yang terlibat untuk mencari solusi atas situasi ini melalui dialog yang membangun.
Pada bagian awal pidatonya, Paus menyampaikan optimisme bahwa, walaupun kejahatan belum lenyap dari sejarah manusia, kasih dan kebenaran pasti akan menang.
Baca juga: Paus Fransiskus: Kadang Kekerasan Muncul Karena yang Berkuasa Ingin Menyeragamkan Segala Sesuatu
“Kasih telah menang atas kebencian, terang atas kegelapan, dan kebenaran atas kebohongan. Pengampunan telah menang atas balas dendam,” katanya.
“Kejahatan belum lenyap dari sejarah; ia akan tetap ada sampai akhir, tetapi ia tidak lagi menguasai; ia tidak lagi memiliki kuasa atas mereka yang menerima rahmat hari ini.”
TAG#Paus Fransiskus, #Pesan Paskah 2025, #Pesan Paskah Paus Fransiskus
195366321

KOMENTAR