Pemilu Myanmar Kelar, Komunitas Global Tolak Hasil Pungutan Suara
JAKARTA, INAKORAN
Otoritas Myanmar pada Minggu menyelesaikan proses pemungutan suara, yang memasuki tahap ketiga, dalam pemilihan umum pertama sejak kudeta militer pada 2021, sebut laporan media setempat.
Media lokal Myanmar, Radio and Television melaporkan tahap terakhir pemungutan suara di 63 kota yang bermula pada Minggu (25/1/2026) pagi dan rampung pada Minggu sore.
Presiden sementara Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing meninjau tempat pemungutan suara di Mandalay.
"Bukan urusan saya kalau komunitas internasional menolak mengakui (hasil pemilu) ini," kata Min Aung Hlaing merespons penolakan internasional terhadap pemilu di bawah junta militer, menurut laporan harian Irrawaddy yang dikutip Senin (26/1/2026).
Awal bulan ini, Mayor Jenderal Zaw Min Htun sebagai ketua badan informasi junta mengatakan sidang parlemen akan digelar pada Maret menyusul berakhirnya pemilu, dengan pemerintahan baru akan dilantik pada April 2026.
Pemilihan umum kali ini memilih anggota legislatif Parlemen Myanmar untuk majelis rendah maupun majelis tingginya, serta badan legislatif tingkat daerah. Usai dilantik, anggota Parlemen akan memilih presiden Myanmar yang akan membentuk pemerintahan baru.
Pemerintah Myanmar sebelumnya, yang dipimpin Aung San Suu Kyi dari Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), digulingkan dalam kudeta militer 2021 yang mengakibatkan pemberlakuan pemerintahan darurat selama lebih dari empat tahun.
Pemilihan umum yang berlangsung kali ini merupakan yang pertama kalinya sejak saat itu.






KOMENTAR