Perang Dagang Picu Kepanikan Industri Finansial China

Sifi Masdi

Friday, 29-06-2018 | 16:08 pm

MDN
Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump [ist]

Beijing, Inako

Potensi perang dagang yang memanas antara China dan Amerika Serikat (AS) akan berdampak buruk terhadap ekonomi dunia, termasuk bagi ekonomi China dan AS. Studi lembaga riset China yakni National Institution for Finance & Development (NIFD) menunjukkan ada potensi kepanikan di industri finansial China.

Ini sebagai tanda bahwa pembuat kebijakan China semakin khawatir akan terjadi turbulensi dan ketegangan yang meningkat di pasar keuangan.

Sejumlah bahaya di depan mata diantaranya gagal bayar atawa default surat utang, likuiditas yang mengering dan penurunan pasar finansial di tengah tren kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS).

Menurut Bloomberg, NIFD memperingatkan pembelian saham dengan leverage telah mencapai level seperti di 2015 ketika pasar ambruk dan nilai pasar menguap US$ 5 triliun.

"Kami pikir China saat ini seperti panik melihat kondisi sektor keuangannya," tulis NIFD dalam riset yang sempat diunggah di internet sebelum kemudian dihapus.

Menurut NIFD, China harus siap meluncurkan kebijakan campuran fiskal dan kebijakan untuk menjaga pasar jika terjadi krisis sistemik.  Otoritas keuangan China juga harus mengambil langkah penuh untuk mendukung sektor keuangan jika default terjadi. Goncangan telah terlihat dari  nilai tukar mata uang yuan yang tertekan serta harga saham yang melorot.

 

 

KOMENTAR