Ribuan Orang Mengungsi Akibat Banjir Di Timur Laut Australia

Binsar

Monday, 04-02-2019 | 04:56 am

MDN
Pertama Kali Dalam 1 Abad, Banjir Landa Timur Laut Australia [ist]

Jakarta, Inako –

Ribuan orang dilaporkan mengungsi menhusul terjadinya banjir bandang yang melanda wilayah Timur Laut Australia, Minggu (3/2/19). Banjir itu tercatat sebagai yan terbesar dalam sejarah di wilayah timut laut negara itu. Pihak BMKG setempat mengingatkan bahwa daam bebebrapa hari ke depan, angin tornado diperkirakan akan melintasi wilayah itu sehingga diperkirakan memaksa ribuan orang meninggalkan rumah penduduk di Townsville, Queensland.

Mengutip AFP, Minggu (3/2), Bruce Gunn, Manager Meteorologi wilayah setempat mengatakan, banjir juga telah memutus aliran listrik. Cuaca yang lebih parah dapat memicu tornado, dan merendam 20 ribu unit rumah penduduk. 

"Ini (banjir) pada dasarnya bukan hanya satu dalam 20 tahun, tapi dalam 100 tahun," ujar Perdana Menteri Queensland Annastacia Palaszczuk, kemarin, ketika mengorder para tentara militer untuk mengirimkan puluhan ribu karung pasir ke penduduk yang terkena bencana banjir. 

Biro Meteorologi menyebut palung monsun bergerak lambat di atas tanah Queensland. Akibatnya, beberapa daerah akan menerima hujan lebih dari setahun sebelum kondisi ini mereda. 

Ahli Meteorologi Adam Blazak mengungkapkan hujan deras akan mengguyur hingga Kamis, 6 Februari malam. Artinya, banjir akan membutuhkan waktu lebih lama untuk surut. 

Wilayah Queensland menerima rata-rata 2.000 milimiter hujan setiap tahun. Kota Ingham, utara Townsville, disebut menerima 506 mm huan dalam 24 jam terakhir antara Sabtu-Minggu. 

"Saya belum pernah melihat yang seperti ini. Volume airnya luar biasa. Lantai bawah hilang, lemari es dan freezer mengambang. Lima atau enam anak tangga lagi juga hilang," kata salah satu penduduk Townsville, Chris Brookehouse.

KOMENTAR