Tiga Investor Asing di PLTU Paiton Hengkang Gegara Penurunan Penjualan Listrik

Tuesday, 30-06-2020 | 09:19 am

MDN
PLTU Paiton [ist]

Jakarta, Inako

Dampak virus corona atau pandemi Covid-19 telah menjalar ke berbagai sektor. Aktivitas ekonomi yang tertekan mengakibatkan konsumsi energi, termasuk listrik menurun.  PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)  mencatatkan pemakaian listrik selama pandemi Covid-19 mengalami penurunan dratis.

Kondisi ini akhirnya  berdampak kepada investor asing yang menanamkan saham di bidang energi listrik cabut dari Indonesia. Saat ini ada tiga pemegang saham PLTU Paiton yang dioperasikan PT Paiton Energy di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur dengan kapasitas 2.045 Megawatt (MW). Ketiga investor ini dikabarkan akan menjual seluruh sahamnya atau 95% saham mereka di  PLTU Paiton.

Ada pun tiga investor yang siap hengkang dari Indonesia antara lain, Mitsui Corp Jepang dengan komposisi saham 45,5% di PLTU Paiton. Kedua, Nebras Power Qatar memiliki 35,5%; dan ketiga Jera, yakni Joint Venture antara Tokyo Electric Power Group dan Chubu Electric Power Group dengan komposisi saham 14% di PLTU Paiton.

Menurut Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura dan Bali PLN Haryanto WS, rencana ketiga investor tersebut menjual saham kemungkinan terkait dengan penurunan penggunaan listrik selama masa pandemi Covid-19. Ia mengungkapkan, beban puncak di sistem kelistrikan Jawa-Bali saat ini hanya  23.700 Megawatt (MW). Jumlah itu turun 11,2% dibandingkan beban dalam kondisi normal.

Kendati begitu, Haryanto memastikan, pasokan listrik untuk wilayah Jawa, Madura dan Bali tetap terjaga dan cadangan daya yang surplus.

 

 

 

KOMENTAR