TKN Prabowo-Gibran Sebut Dokumenter Dirty Vote Bertendensi Mendegradasi Pemilu

Timoteus Duang

Monday, 12-02-2024 | 11:14 am

MDN

 

JAKARTA, INAKORAN.COM

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Habiburokhman menuding film dokumenter Dirty Votes bertendensi mendegradasi Pemilu.

 

Tudingan ini disampaikan Habiburokhman dalam konferensi pers yang digelar pada Minggu (11/2/2024).

“Saya kok merasa sepertinya ada tendensi keinginan untuk mensabotase pemilu. Bukan mensabotase lah. Ingin mendegradasi pemilu dengan narasi yang sangat tidak berdasar.”

Informasi yang tidak argumentatif dan tendensius itu, kata Habiburokhman, sangat berseberangan dengan sikap sebagian besar rakyat Indonesia.

Baca juga: SBY Nilai Kampanye Pemilu 2024 Belum Memberikan Pendidikan Politik Bagi Pemilih

“Saat ini saya lihat rakyat begitu antusias dengan apa yang disampaikan Pak Prabowo soal melanjutkan segala capaian pemerintahan yang ada sekarang,” ujar Habiburokhman.

Menurut anggota DPR F-Gerindra itu, rakyat sudah sangat paham bahwa Presiden Jokowi, tokoh yang paling banyak disebut dalam film tersebut, sangat berkomitmen menegakkan demokrasi.

“Rakyat juga tahu bahwa pihak mana yang sebenarnya melakukan kecurangan dan pihak mana yang memang mendapatkan keuntungan.”

Baca juga: Keluarkan Seruan Politik Kebangsaan, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia Sampaikan 7 Imbauan Ini

Habiburokhman juga menyoroti pernyataan Zainal Arifin Mochtar, salah satu pemeran film tersebut, yang menyebut rakyat akan menjadikan film tersebut sebagai dasar penghukuman.

Menurut Habiburokhman, mungkin saja hal sebaliknya yang akan terjadi, di mana para pembuat film inilah yang akan mendapat penghukuman dari rakyat.

“Kalau di film tersebut disampaikan oleh saudara Zainal Arifin Mochtar agar rakyat menjadikan film tersebut sebagai dasar penghukuman justeru kami khawatir rakyat yang akan menghukum mereka dengan cara rakyat sendiri.”

 

KOMENTAR