Yen Makin Diminati Ditengah Isu Politik Argentina Dan Hong Kong Berkobar

Hila Bame

Tuesday, 13-08-2019 | 15:42 pm

MDN
Ilustrasi (ist)

Jakarta, Inako

Isu Politik menjelang pemilihan presiden pada akhir Oktober, warga Argentina pergi ke tempat pemungutan suara pada hari Minggu untuk pemilihan primer dan Presiden kanan-tengah Mauricio Macri berkinerja sangat buruk, menerima 32% suara vs 47% oposisi, berdasarkan hasil tidak resmi terbaru.

Pada perdagangan selasa (13/8) nilai tukar yen bergerak di kisaran level terkuatnya dalam tujuh bulan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini.  di tengah kekhawatiran pasar keuangan global akibat pergolakan politik di Hong Kong dan Argentina.

Berdasarkan data Reuters, nilai tukar yen diperdagangkan di level 105,40 per dolar AS, setelah sempat menyentuh level 105,05 semalam, level terkuatnya sejak 3 Januari 2019.

Sebagai aset safe haven, yen kerap diburu investor di tengah kondisi kekhawatiran dan ketidakpastian geopolitik. Hampir sepanjang Agustus, pamor yen terdongkrak faktor-faktor seperti tensi perdagangan AS-China dan prospek pelonggaran moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve AS.

Apa itu Safe haven?

Safe haven adalah aset investasi yang mempunyai tingkat risiko rendah, ketika perekonomian global tidak menentu atau ada gejolak geopolitik

Mata uang Negeri Sakura ini memperoleh dorongan lebih lanjut dari memanasnya aksi unjuk rasa di Hong Kong. Pada Senin (12/8/2019), bandara internasional negara ini ditutup untuk penerbangan selama beberapa jam setelah ribuan demonstran mengepungnya.

Sementara itu, hasil pemilihan pendahuluan di Argentina yang menempatkan pihak oposisi sebagai unggulan, mengakibatkan jatuhnya nilai tukar mata uang peso, bursa saham, dan obligasi negara, sekaligus menambah dukungan bagi yen.

“Aksi penghindaran risiko pada pasar yang disebabkan peristiwa di Hong Kong dan Argentina mendorong permintaan untuk yen. Spekulan meningkatkan posisi buy pada yen,” ujar Yukio Ishizuki, pakar strategi mata uang senior di Daiwa Securities.

“Tidak ada tanda-tanda penguatan yen akan mereda. Target berikutnya adalah level tertinggi yen yang dicapai terhadap dolar AS pada awal Januari,” tambah Ishizuki.

Yen telah menguat selama empat hari perdagangan terakhir terhadap greenback. Pergerakan di atas 104,100, level tertinggi tahun ini yang dibukukan pada awal Januari, akan membawa yen ke level tertinggi sejak November 2016.

Di sisi lain, nilai tukar peso Argentina berakhir anjlok 16,96 persen ke level 53 per dolar AS pada perdagangan Senin (12/8/2019), berdasarkan data Bloomberg.

 

TAG#Yen, #jepang

16802553

KOMENTAR