Dua Hari Terjadi Tiga Kecelakaan Transjakarta: Transjakarta Jago Tabrakan

Tommy Duang

Tuesday, 15-03-2022 | 14:42 pm

MDN

 

Oleh: Azas Tigor Nainggolan [Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Analis Kebijakan Transportasi]

Dalam dua hari terjadi tiga kali kejadian kecelakaan lalu lintas dialami oleh bus Transjakarta. Tanggal 13 Maret 2022 terjadi dua kecelakaan Transjakarta. Kejadian satu bus Transjakarta menabrak pembatas jalur Transjakarta di jalan Cileduk Raya rusak parah hingga bocor dan bensin keluar ke jalan.

Kejadian kedua pada hari kemarin 13 Maret 2022 satu Transjakarta alami kecelakaan menabrak seorang wanita pengendara sepeda motor hingga tewas di jalan Thamrin Jakarta Selatan. Hari ini (Selasa, 15 Maret 2022) terjadi kembali kecelakaan Transjakarta di jalan layang Simpruk Jakarta Selatan. 

Tadi pagi satu bus Transjakarta menabrak mobil Mercy beradu banteng hingga kedua kendaraan rusak parah. Kejadian kecelakaan ini adalah kejadian ke delapan. Bus Transjakarta alami kecelakaan serius.

Menurut catatan tahun 2021 lalu, ada setidaknya 520 kejadian kecelakaan bus Transjakarta di jalan raya. Setelah semua kejadian tahun  2021 itu, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turut melakukan evaluasi. Tetapi hingga hari ini masih saja Transjakarta alami kecelakaan lalu lintas serius dan makin berat kualitas kejadiannya hingga ada korban tewas. 

 

Semua kejadian kecelakaan lalu lintas Transjakarta ini menandakan ada struktur manajemen,  yakni direksi yang mengendalikan manajemen Transjakarta tidak becus bekerjanya. Entah mereka para direksi Transjakarta bekerja atau tidak?

Jika para direksi (struktur manajemen)  bekerja baik maka manajemen akan menghasilkan layanan yang aman dan nyaman bagi opersional Transjakarta. Banyaknya kecelakaan Transjakarta ini membuktikan bahwa struktur manajemen Transjakarta tidak bekerja baik.

Artinya ada masalah struktural di dalam tubuh Transjakarta saat ini dan harus segera diperbaiki.  Di mana struktur manajemen, khususnya para direksi tidak bekerja baik dalam membangun manajemen layanan yang aman dan nyaman bagi layanan Transjakarta.

Sudah beberapa kali saya menulis dan mengevaluasi kritis layanan Transjakarta. Rekomendasi saya adalah melakukan perubahan struktural di jajaran manajemen.  

Perombakan yang harus dilakukan, ialah pertama mengganti seluruh jajaran direksi Transjakarta agar ada perubahan baik bagi manajemen Transjakarta.

 

Kedua, perubahan yang dilakukan adalah di jajaran internal manajemen dengan mengubah kebijakan layanan dan personal manajemen kerja. Perubahan seluruh jajaran direksi ini harus dilakukan oleh gubernur Transjakarta sebagai pemegang saham mayoritas BUMD PT Transjakarta.

Jika perubahan secara struktural ini tidak juga dilakukan oleh gubernur Jakarta, patut dicurigai bahwa Anies Baswedan ingin membiarkan buruknya layanan dan hancurkan Transjakarta.

Sementara di media massa Anies selalu mengatakan Jakarta sudah tidak macet karena masyarakat sudah pindah menggunakan trasnportasi publik. Bagaimana ceritanya Jakarta tidak macet?

Lihat ke jalan pada waktu jam aktivitas, Jakarta macet padahal masih pada Pandemi. Warga masih memilih lebih aman gunakan kendaraan pribadi mobil atau sepeda motor.

Bagaimana pula warga mau pindah ke layanan transportasi publik sementara Transjakarta sebagai moda andalan transportasi publik Jakarta melakukan layanan yang penuh dengan kecelakaan lalu lintas yang selalu membawa korban meninggal dunia atau kerusakan serius. 

 

KOMENTAR