IHSG Koreksi, Ini Hujan Emas kata Lo Kheng Hong
JAKARTA, INAKORAN
Pada hari Rabu dan Kamis (29/1/26 IHSG koreksi 492,09 poin atau 5,91% membuat banyak investor panik dan menjual saham dalam kondisi rugi.
Pada beberapa hari sebelumnya indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berkantor di Amerika Serikat umumkan saham dari Indonesia tidak masuk dalam rebalancing indeks global tersebut.
Alasan perusahaan riset keuangan global itu menunda adalah soal transparanci kepemilikan beberapa saham asal Indonesia.
Beberapa saham dari Indonesia yang diperkirakan masuk kontituen MSCI dinilai dari free float atau porsi kepemilikan publik dinilai kecil. Karena kepemilikan publik yang kecil, akses dan likuiditas publik termasuk pemilik modal international tidak leluasa menafigasi saham.
Namun koreksi IHSG dua hari beruntun bagi investor kawakan Lo Kheng Hong (LKH) menyarankan investor Indonesia, tidak berinvestasi saham karena punya potensi masuk radar MSCI.
Sebaliknya lanjut LKH, belilah saham yang memiliki fundamental wonderful dengan demikian panik jual tidak mungkin terjadi. "kondisi ini hujan emas ketika IHSG mengalami koreksi mendalam, tukasnya kepada beberapa media ekonomi.







KOMENTAR