Karyawan Facebook Sebut Mark Zuckerberg Tak Melakukan Sesuatu Terhadap Postingan Rasis Donald Trump

Tuesday, 02-06-2020 | 13:41 pm

MDN
CEO Facebook Mark  Zuckerberg [ist]

New York, Inako

Ratusan karyawan Facebook mogok kerja sebagai respon atas sikap CEO Facebook Mark Zuckerberg yang tidak melakukan sesuatu  terhadap postingan rasis Presiden AS Donald Trump seperti yang dilakukan platform pesaing yaitu Twitter.

BACA jUGA: Bos Facebook Geser Warren Buffet, Jadi Orang Terkaya Ke-3 di Dunia

Seperti diketahui  bahwa sebelumnya Twiter telah memberikan label pernyataan Trump “sebagai sesat dan bohong” yang membuat Trump berang. Tetapi karyawan Facebook menilai  Zuckerberg tidak melakukan sesuatu dan membiarkan begitu saja pernyataan Trump, meski sebenarnya bohong.

Sejumlah orang yang ikut ambil bagian dalam akti protes adalah para manajer top Facebook. Aksi mogok tampaknya mengingatkan aksi serupa yang terjadi pada tahun 2018 yakni mogok kerja di Google Alphabet Inc karena pelecehan seksual.

BACA jUGA: Ikuti Jejak WhatsApp, Sekarang Instagram Bisa Video Call 50 Orang Sekaligus

Menurut berita yang lansir Reuters, aksi mogok yang ditunjukan dalam bentuk menyindiri CEO sendiri secara publik adalah sesuatu yang jarang terjadi. Tetapi dalam aksi ini satu orang karyawan yang menuliskan tweetnya justru diikuti oleh ribuah karyawan lainnya. Yang hebatnya lagi  dalam aksi ini adalah beberapa dari mereka adalah tujuh insinyur yang merukan tim khusus yang mengelola perpustakaan kode React yang mendukung aplikasi Facebook.

BACA jUGA: Kominfo Sebut Ada 686 Hoaks Terkait Virus Corona di Medsos

“Keputusan Facebook baru-baru ini untuk tidak bertindak pada postingan yang menghasut kekerasan mengabaikan opsi lain untuk menjaga keamanan komunitas kami. Kami memohon kepemimpinan Facebook untuk segara #TakeAction,” kata mereka dalam pernyataan bersama yang dipublikasikan di Twitter.

BACA jUGA: Kemenkeu RI: Tunjangan Guru, Dana BOS dan BOP tetap diberikan selama masa Pandemi Covid19​​​​​​​

"Mark salah, dan saya akan berusaha dengan cara paling keras untuk mengubah pikirannya," tulis Ryan Freitas, diidentifikasi di Twitter sebagai direktur desain produk untuk News Feed Facebook. Dia menambahkan dia telah memobilisasi "50+ orang yang berpikiran sama" untuk melobi perubahan internal.

KOMENTAR