Menang Telak di Pemilu Rusia, Putin Akan Memperpanjang Kekuasaannya Selama 24 Tahun

Binsar

Monday, 18-03-2024 | 09:57 am

MDN
Presiden Rusia Vladimir Putin memberi isyarat saat berbicara dalam kunjungan ke markas kampanyenya di Moskow pada 18 Maret 2024, setelah pemilihan presiden [ist]

 

Jakarta, Inakoran

 

Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Minggu meraih kemenangan telak dalam pemilu yang akan memperpanjang kekuasaannya selama hampir seperempat abad hingga enam tahun lagi, mengkonsolidasikan cengkeramannya pada kekuasaan di tengah perang negara tersebut dengan Ukraina.

 

Melansir Kyodonews, Putin (71), telah memenangkan lebih dari 87 persen suara pada 72 persen surat suara yang telah dihitung, mengalahkan tiga kandidat lainnya, menurut hasil awal komisi pemilu negara tersebut. Hasil pemilu ini mengundang reaksi kritis dari negara-negara Barat yang memandang pemilu ini tidak bebas dan adil.

 

Berbicara di markas pemilihannya di Moskow pada hari Minggu, Putin berterima kasih kepada masyarakat karena menaruh kepercayaan mereka kepadanya ketika ia menyatakan kemenangan setelah tiga hari pemungutan suara hingga hari Minggu.

 

 

Pemilihan tersebut berlangsung ketika perang di Ukraina memasuki tahun ketiga, membuat Rusia berada dalam konfrontasi dengan Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya yang telah menerapkan serangkaian sanksi.

 

Putin berkuasa sejak pertama kali menjadi presiden Rusia pada tahun 2000, termasuk periode 2008 hingga 2012 saat ia menjabat sebagai perdana menteri.

 

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih seperti dikutip Reuters mengatakan pemilu tersebut jelas "tidak bebas dan tidak adil" mengingat Putin telah "memenjarakan lawan politik dan mencegah pihak lain mencalonkan diri melawannya."

 

 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga mengkritik "diktator Rusia" karena "meniru" pemilu, dan menambahkan bahwa pemilu tersebut "tidak memiliki legitimasi".

 

“Setiap orang di dunia memahami bahwa orang ini, seperti banyak orang lainnya sepanjang sejarah, telah muak dengan kekuasaan dan tidak akan berhenti untuk memerintah selamanya,” kata Zelenskyy dalam sebuah postingan di X, yang sebelumnya bernama Twitter.

KOMENTAR