Pelaksanaan Euro 2024 Dihantui Ancaman Serangan Teroris

Binsar

Monday, 01-04-2024 | 08:45 am

MDN
Pelaksanaan Euro 2024 dihantaui ancaman serangan teroris [ist]

Jakarta, Inakoran

 

Dunia tercengang ketika agen ISIS-K membantai warga Rusia, dengan membunuh 143 orang saat menyerang gedung konser di ibu kota Moskow. Insiden itu mengguncang seluruh Eropa khususnya Jerman, yang akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Eropa 2024, yang akan dimulai pada 14 Juni sampai 14 Juli.

 

Usai insiden Moskow, Menteri Dalam Negeri Jerman, Nancy Faeser dikabarkan telah mengambil sejumlah tindakan untuk mencegah hal itu terjadi.

 

“Satu hal yang pasti – bahayanya telah mencapai tingkat baru,” kata Faeser kepada wartawan, mengutip Marca.

 

“Kami mengumpulkan kekuatan otoritas keamanan lebih kuat lagi untuk Euro dan bersiap menghadapi semua bahaya yang mungkin terjadi,” lanjutnya.

 

 

“Hal ini diperlukan untuk melindungi acara internasional besar ini dengan cara terbaik. Keamanan turnamen adalah yang terpenting,” tandas Faeser.

 

“Negara semakin mempersenjatai diri terhadap semua ancaman yang ada saat ini. Mulai dari perlindungan terhadap kelompok Islamis dan penjahat potensial lainnya hingga keamanan jaringan kita terhadap serangan dunia maya.”

 

Penggemar Inggris khususnya akan menghadapi perlindungan ekstra karena oposisi ideologis mendasar Inggris terhadap ISIS dan serangan militer rutin serta serangan terhadap sel teror.

 

Untuk membantu melindungi penggemar dan pemain, Polisi Inggris akan hadir di Berlin dan di seluruh negeri sementara keamanan ketat akan diterapkan di perbatasan, yang akan ditutup sementara, dan di kamp pelatihan.

 

Keamanan menjadi perhatian utama ketika kelompok Islam bersenjata masuk ke negara tersebut dan agen-agen Rusia yang menyelinap dengan menyamar sebagai warga Ukraina yang berusaha melarikan diri dari perang ke Uni Eropa dan NATO.

 

Kemungkinan Rusia mengganggu

Jerman akan menjamu 23 negara dalam kompetisi terkenal tersebut, yang secara luas dianggap sebagai turnamen paling bergengsi kedua dalam sepak bola internasional setelah Piala Dunia FIFA, dengan total 51 pertandingan yang dimainkan.

 

 

Namun, Rusia mungkin akan merasa sangat kecewa karena beberapa alasan. Mereka dilarang mengikuti kompetisi karena invasi mereka ke Ukraina pada tahun 2022, padahal Ukraina sebenarnya sudah lolos ke ajang tersebut.

 

Mereka juga dapat tersinggung jika Eropa terlihat merayakan pertumpahan darah di depan pintu Kremlin, sehingga Rusia, yang dipandang sebagai pakar perang siber, dapat berupaya untuk menghentikan pertikaian tersebut.

KOMENTAR