Inggris Dukung Israel Balas Serangan Iran

Inakoran

Friday, 11-05-2018 | 22:11 pm

MDN
Perdana Menteri Inggris Theresa May [ist]
London –

Perdana Menteri Inggris Theresa May, mendukung tindakan Israel yang membombardir sejumlah titik di Iran dengan roket-roket penghancur, paska negara itu melakukan serangan ke wilayah yang dikuasai Israel di Dataran Tinggi Golan.

Sebelumnya, Israel melaporkan telah menyerang hampir semua infrastruktur militer Iran di Suriah pada Kamis kemarin.

Israel beralasan, hal itu dilakukan sebagai tindakan membela diri atas apa yang dilakukan Iran terhadap negara Zionis itu.

"Perdana Menteri mengutuk serangan roket Iran terhadap pasukan Israel, dan mengatakan kami sangat mendukung hak Israel untuk membela diri terhadap agresi Iran," kata kantor Perdana Menteri Inggris dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/5/2018).

Konfrontasi itu terjadi dua hari setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan penarikannya, dengan dorongan Israel, dari kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran.

Netanyahu mengatakan serangan udara Israel tepat karena Iran telah "melintasi batas merah".

[caption id="attachment_28100" align="alignleft" width="500"] Theresa May dan Benjamin Netanyahu [ist][/caption]Pernyataan Inggris juga mengatakan May dan Netanyahu setuju bahwa penting bagi komunitas internasional untuk terus bekerja sama melawan aktivitas destabilisasi regional yang dilakukan Iran. Keduanya juga mendesak Rusia untuk menggunakan pengaruhnya di Suriah guna mencegah serangan lebih lanjut dari Iran.

Pernyataan Inggris menambahkan bahwa May telah menegaskan kembali posisi Inggris terhadap kesepakatan nuklir Iran.

"Kami dan mitra Eropa tetap berkomitmen kuat untuk memastikan kesepakatan ditegakkan, sebagai cara terbaik untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir," demikian bunyi pernyataan itu.

 

Baca juga :




Sajikan Makanan Penutup Dengan Wadah Sepatu, Perdana Menteri Israel Dikecam

Palestina Senang Israel Mundur Dari Pencalonan Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB

Israel Ancam Rusia Terkait Pengiriman S-300 Ke Suriah<

KOMENTAR