Laju Penguatan Rupiah Tertahan di Posisi 16.305/USD
Jakarta, Inakoran
Laju penguatan rupiah selama empat hari berturut-turut terhenti pada hari ini, Selasa (9/7). Rupiah melemah tipis 0,29% ke Rp 16.305 per dolar AS, setelah sempat mencapai level Rp 16.258.
Pelemahan rupiah ini dipicu oleh beberapa faktor, antara lain: Dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya, karena pasar menanti kesaksian Ketua The Fed Jerome Powell terkait prospek suku bunga. Investor berspekulasi bahwa The Fed akan segera mulai memangkas suku bunga, didorong oleh data pekerjaan AS yang lemah pada akhir pekan lalu.
Selain itu data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia mengalami penurunan pada bulan Juni 2024, dari 127,7 pada bulan April menjadi 123,3. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia kurang optimis terhadap kondisi ekonomi.
BACA JUGA:
BEJ Pantau Anomali Pergerakan Saham WIKA yang Naik Kencang
Rekomendasi Saham Pilihan: Selasa, 9 Juli 2024
Rupiah Melemah: Berada di Posisi Rp 16.381/USD
Rekomendasi Saham Pilihan: BCA, Bank Mandiri, dan BRI
Meskipun melemah, rupiah masih menunjukkan tren penguatan dalam jangka panjang. Para ekonom memprediksi bahwa rupiah akan kembali menguat dalam beberapa hari ke depan, didukung oleh sentimen positif dari dalam negeri seperti data penjualan ritel yang akan dirilis hari ini.
Sejumlah faktor yang membuat adanya optimis terhadap penguatan rupaiah, antara lain, pertama, Pasar menanti pernyataan Powell terkait prospek suku bunga AS. Jika Powell mengindikasikan kemungkinan pemotongan suku bunga, rupiah berpotensi menguat.
Kedua, investor akan mencermati data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini. Jika inflasi AS menunjukkan tren penurunan, dolar AS berpotensi melemah dan rupiah menguat.
Ketiga, data penjualan ritel Indonesia yang akan dirilis hari ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang kondisi ekonomi domestik. Jika data menunjukkan pertumbuhan yang positif, rupiah berpotensi menguat.
Disclaimer:
Ingatlah, investasi selalu mengandung risiko. Investasikan dengan bijak dan pelajari informasi lengkap sebelum mengambil keputusan.
KOMENTAR