Twitter dan Facebook Kompak Hilangkan Kampaye Donald Trump

Tuesday, 09-06-2020 | 21:21 pm

MDN
Presiden AS Donadl Trump [ist]

Jakarta, Inako

Perseteruan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan sejumlah media sosial (Medsos) raksasa seperti Twitter dan Facebook terus memanas hingga saat ini. Trump sangat membutuhkan kedua medsos ini untuk melakukan kampanye besar-besaran di dunia maya jelang pemilihan presiden (Pilpres) AS pada bulan November 2020.

BACA JUGA: Langgar Hak Cipta, Twitter Langsung Hapus Video Donald Trump Soal George Floyd

Tapi, apa daya niat Trump berkampanye lewat Twitter dan Facebook terpaksa pupus. Kedua medsos yang diikuti miliaran penduduk di muka bumi ini kompak menghapus video kampanye Trump. Seperti diketahui Tim kampanye Trump sempat mengungguh video di kedua medsos tersebut. Namun keduanya langsung menghapus video kampenye tersebut karena dianggap melanggar hak cipta.

Video yang sempat diungguh di plattform Twitter, Facebook, dan YouTube  adalah video yang dibuat tim kampanye Trump yang mengungkapkan rasa empati Trump atas kematian pria kulit hitam George Floyd.

BACA JUGA: Presiden Trump Menyewa Seorang Peneliti terkait Hasil jajak Pendapat CNN yang Melorot Pasca Kerusuhan

Video yang berdurasi hampir empat menit itu mengangkat judul: "Healing, Not Hatred". Video tersebut menampilkan kumpulan foto dan video dari aksi damai antara polisi dan para demonstran di AS, yang didukung dengan backsound piano dan narasi dari Trump.

Tetapi diluar dugaan tim kampanye Trump, video tersebut justru langsung digugat oleh lembaga Digital Millennium Copyright Act karena dianggap melanggar hak cipta.

BACA JUGA: Dewan Kota Minneapolis mengumumkan rencana untuk membubarkan departemen kepolisian

Pihak yang mengajukan komplain melalui Millennium Copyright Act adalah sebuah firma hukum di California, Amerika Serikat, yang mewakili pemilik hak cipta. Disebutkan bahwa video Trump mengandung karya dari kliennya sehingga melanggar hak cipta, tapi tak dijelaskan konten foto atau klip video mana persisnya yang dimaksud.

"Twitter menarik video kampanye Trump yang menunjukkan empati terhadap aksi damai para demonstran. Ini ilegal," tulis Trump dalam sebuah kicauan di akun Twitter miliknya (@realDonaldTrump).

BACA JUGA: Trump Menuduh Twitter 'mengganggu' dalam pemilihan presiden setelah pemeriksaan fakta

Tweet unggahan Trump itu langsung ditepis oleh CEO Twitter, Jack Dorsey, yang mengatakan bahwa penghapusan video tersebut dilakukan karena pihaknya mendapat gugatan dari Digital Millennium Copyright Act terkait hak cipta.

"Tidak benar dan tidak ilegal. Video itu ditarik karena kami mendapat laporan dari Digital Millennium Copyright Act selaku pemegang hak cipta," jelas Dorsey yang membantah tuduhan Trump tersebut.

Langkah serupa juga dilakukan oleh Facebook. Medsos raksasan ini langsung menghapus video kampanye Trump seperti Twitter. Alasan Facebook sama, yaitu Trump melanggar hak cipta.

BACA JUGA: 60 Nama Bayi yang Artinya Es Atau Salju

"Kami menerima keluhan terkait hak cipta dari lembaga Digital Millennium Copyright Act dan kami telah menghapus posting itu," kata juru bicara Facebook, Andy Stone dalam sebuah pernyataan.

Namun berbeda dengan tindakan dilakukan oleh Twitter dan Facebook, YouTube hingga saat ini  belum menghapus video kampanye Trump tersebut. YouTube melihat video kampanye Trump tidak tergolong konten yang melanggar aturan kebijakan YouTube.
 

 

KOMENTAR