Warren Buffett Tawarkan 3 Pelajaran Berharga  Berinvestasi  Agar Tetap Cuan

Sifi Masdi

Tuesday, 03-12-2024 | 11:17 am

MDN
CEO dan Chairman Berkshire Hathaway Warren Buffett [ist]

 

 

 

Jakarta, Inakoran

Warren Buffett, CEO dan Chairman Berkshire Hathaway, dikenal sebagai salah satu investor tersukses sepanjang masa. Surat tahunan Buffett selalu menjadi bacaan wajib bagi pelaku pasar, berisi wawasan tentang strategi bisnis dan investasi yang tak lekang oleh waktu. Dengan gaya penulisan yang sederhana dan mudah dipahami, ia mampu menjelaskan konsep kompleks sehingga dapat dicerna oleh siapa saja.

 

Dari sekian banyak pelajaran yang dapat dipetik dari pemikiran Buffett, ada tiga prinsip utama yang sangat relevan bagi investor yang ingin tetap cuan di dunia investasi.

Pelajaran 1: Fokus pada Esensi Bisnis, Bukan Fluktuasi Harga

Buffett selalu menekankan pentingnya memahami nilai sebuah bisnis daripada hanya terpaku pada pergerakan harga saham yang sering kali fluktuatif dalam jangka pendek. Prinsip ini berakar dari ajaran mentornya, Benjamin Graham, yang mempopulerkan konsep investasi nilai.

 

Bersama tangan kanannya, Charlie Munger, Buffett mengembangkan pendekatan Graham dengan mencari “bisnis luar biasa yang dibeli dengan harga wajar,” bukan sekadar “bisnis biasa dengan harga luar biasa.”

 

Ini berarti, sebelum berinvestasi, penting untuk mempelajari fundamental perusahaan, seperti model bisnis, daya saing, dan prospek jangka panjang. Buffett percaya bahwa investasi terbaik adalah membeli perusahaan yang mampu menciptakan nilai selama bertahun-tahun, terlepas dari volatilitas pasar.

 


 

BACA JUGA:

Harga Emas Naik Tipis: Kekhawatiran Eskalasi Perang Rusia

Rekomendasi Saham Pilihan: Selasa, 3 Desember 2024

Altcoin Jadi Pilihan Alternatif Bagi Investor di Tengah Penurunan Harga Bitcoin

 


 

Pelajaran 2: Manajemen Risiko adalah Kunci Sukses Jangka Panjang

Buffett terkenal dengan aturannya: “Jangan pernah mengambil risiko kehilangan modal secara permanen.” Manajemen risiko yang baik bukan hanya soal menghindari kerugian, tetapi juga memungkinkan investor untuk meraih keuntungan yang konsisten dalam jangka panjang.

 

Berkshire Hathaway adalah contoh nyata penerapan prinsip ini. Hingga akhir 2023, Berkshire memiliki cadangan kas dan setara kas lebih dari US$ 163 miliar, sebagian besar diinvestasikan dalam obligasi Treasury AS yang memiliki risiko gagal bayar sangat kecil.

 

Strategi ini memberikan Berkshire fleksibilitas luar biasa untuk memanfaatkan peluang saat pasar bergejolak, termasuk membeli kembali saham perusahaan. Buffett juga menetapkan batas minimal cadangan kas sebesar US$ 30 miliar, memastikan perusahaan selalu berada dalam posisi aman.

Manajemen risiko ini adalah salah satu alasan mengapa Buffett mampu mencatatkan kinerja investasi yang luar biasa selama beberapa dekade.

 

Pelajaran 3: Alokasi Modal yang Bijaksana adalah Kekuatan Utama

Keberhasilan Buffett tak lepas dari kemampuannya dalam alokasi modal. Pada 1960-an, ketika Buffett mengambil alih Berkshire Hathaway, perusahaan tersebut merupakan pabrik tekstil yang kurang menguntungkan. Alih-alih menginvestasikan kembali modal ke bisnis tekstil, Buffett memutuskan untuk mengalokasikan dana ke sektor yang lebih menjanjikan, seperti asuransi melalui GEICO.

 

Keputusan ini mengubah arah perusahaan secara drastis. Pada 1985, bisnis tekstil ditutup, tetapi Berkshire berkembang pesat melalui investasi di “bisnis yang luar biasa,” berkat pandangan jangka panjang Buffett.

 

Buffett percaya bahwa waktu adalah sekutu terbaik bagi bisnis berkualitas tinggi. Sebaliknya, bisnis yang lemah hanya akan kehilangan nilainya seiring waktu. Prinsip ini mengajarkan pentingnya selektivitas dalam memilih peluang investasi, bahkan jika itu berarti mengabaikan tren yang sedang populer.

 

KOMENTAR