Abbas: Yerusalem Tidak Bisa Ditukar Dengan Dollar

Inakoran

Thursday, 04-01-2018 | 23:35 pm

MDN
Presiden Palestina Mahmoud Abbas [ist]

Yerusalem Timur, Inako –


Presiden Palestina Mahmoud Abbas  menegaskan, Yerusalem Timur akan tetap menjadi Ibu Kota Negara Palestina dan tidak akan bisa ditukar dengan mata uang manapun, termasuk dollar Amerika Serikat.


Pernyataan Abbas diutarakan sebagai respon terhadap ancaman Presiden AS Donald  Trump yang akan memangkas dana bantuannya ke Palestina.


"Yerusalem selamanya adalah ibu kota dari negara Palestina dan tidak akan dijual untuk emas maupun uang miliaran," kata Abbas seperti disampaikan melalui juru bicara kepresidenan, Rabu (3/1/2018).


Melalui juru bicaranya Nabil Abu Rudeina, Presiden Abbas menegaskan bahwa Palestina akan tetap menempuh jalur perundingan damai untuk menyelesaikan masalah Yerusalem secara komprehensif.



[caption id="attachment_15029" align="alignleft" width="515"] Donald Trump dan Uang Dollar [ist][/caption]

"Kami tidak menentang upaya kembali bernegosiasi, namun (harus) didasarkan pada hukum internasional dan resolusi yang mengakui negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," tambah dia.


Abbas menegaskan hal itu juga sebagai jawaban atas tuduhan Trump melalui twitternya yang mengatakan bahwa  Palestina telah menolak negosiasi damai dengan Israel.


Tuduhan Trump mungkin disebabkan pernyataan Abbas sebelumnya yang menolak keterlibatan AS dalam upaya perdamaian dengan Israel, termasuk menolak segala proposal yang diajukan negara adidaya tersebut.


Sekedar diketahui, berdasarkan laporan AFP, pada 2016, jumlah bantuan yang diberikan Washington kepada Palestina sebesar 319 juta dolar AS (sekitar Rp 4,3 triliun).


Dana itu digunakan sebagai pendukung pembangunan di Palestina, dan penguatan sektor keamanan.


Selain memberikan dana secara langsung, AS juga menyumbang misi PBB di Tepi Barat dan Jalur Gaza sebesar 304 juta dolar atau sekitar Rp 4,1 triliun.

TAG#Trump, #Yerusalem, #Abbas

16802846

KOMENTAR