Rupiah Kembali Tertekan: Rp16.263/US$

Sifi Masdi

Friday, 19-04-2024 | 11:07 am

MDN
Rupaih Vs Dolar AS [ist]

 

 

 

Jakarta, Inakoran

 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah, mencapai level Rp16.263 per dolar AS, pada pembukaan perdagangan, Jumat (19/4/2024).  Penurunan ini terjadi di tengah penguatan dolar AS, yang indeksnya menguat pada level 106,32.

 

BACA JUGA: Rekomendasi Saham yang Layak Dicermati: Jumat, 19 April 2024

 

Tak hanya rupiah, beberapa mata uang kawasan Asia lainnya juga dibuka melemah. Dolar Singapura turun 0,19%, dolar Taiwan turun 0,47%, won Korea Selatan turun 1,26%, peso Filipina turun 0,62%, dan yuan China turun 0,05%. Sementara itu, yen Jepang menguat 0,50%, dolar Hong Kong menguat 0,01%, ringgit Malaysia turun 0,09%, dan baht Thailand turun 0,18%.

 

Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan bahwa rupiah akan ditutup menguat di rentang Rp16.150-Rp16.200 per dolar AS. Menurut Ibrahim, sentimen ini datang dari komentar pejabat Federal Reserve yang memperkuat ekspektasi jika pengaturan moneter akan tetap ketat untuk jangka waktu yang lebih lama.

 

BACA JUGA: Rupiah Kembali Menguat,  Rp 16.176/US$

 

CME FedWatch Tool menunjukkan pasar memperkirakan pemotongan suku bunga The Fed sebesar 44 basis poin tahun ini, jauh lebih rendah dari perkiraan awal tahun sebesar 160 bps, dengan bulan September menjadi titik awal terbaru dari siklus pelonggaran.

 

Para trader sebelumnya memperkirakan The Fed akan mulai menurunkan suku bunga pada Juni 2024. Namun, serangkaian data termasuk indeks harga konsumen (CPI) dan penolakan dari para bankir bank sentral telah mengubah ekspektasi tersebut.

 

 

 

 

Sementara itu, pengambil kebijakan di Bank Sentral Eropa (ECB) terus menyarankan penurunan suku bunga pada Juni karena inflasi masih berada pada jalur untuk turun kembali ke 2% pada tahun depan.

 

BACA JUGA: Bank Syariah Abu Dhabi Siap Beli Saham BRIS Senilai US$ 1,1 Miliar

 

Dari dalam negeri, sentimen datang dari Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan kinerja penjualan eceran pada Maret 2024 diperkirakan tetap kuat seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat pada periode Ramadan dan tercatat sebesar 222,8 atau tumbuh 3,5% secara tahunan (year-on-year/yoy).

 

Berdasarkan kelompoknya, sebagian kelompok tercatat meningkat, antara lain subkelompok sandang sebesar 5,9% yoy, kelompok suku cadang dan aksesori 12,0% yoy, serta bahan bakar kendaraan bermotor 13,2% yoy.

 

Adapun kinerja penjualan eceran pada kuartal I/2024 diperkirakan tumbuh sebesar 3,7% yoy, lebih tinggi dari kuartal IV/2023 yang tumbuh 1,6% yoy. Peningkatan terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok bahan bakar kendaraan bermotor dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 5,4% yoy dan 12,9% yoy.

 

Meski rupiah tertekan, namun optimisme tetap ada. Dengan berbagai sentimen baik dari dalam maupun luar negeri, kita berharap kondisi ekonomi Indonesia akan terus membaik.


 

KOMENTAR